Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19 di Bantul akan Dapat Bantuan

Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO: Ilustrasi Anak

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemkab Bantul turun tangan untuk membantu anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, seperti dilansir TribunJogja.com.

Saat ini, Pemkab Bantul masih melakukan pendataan.

"Kita terus terbuka kepada masyarakat, untuk menyampaikan laporannya, agar bisa kita dapatkan berapa jumlahnya. Kami masih melakukan pendataan. Data bersifat dinamis, karena pandemi masih berlangung," ujarnya Jumat (13/8/2021).

Bupati Abdul Halim menyebut akan menjamin pendidikan mereka dari SD hingga lulus SD.

Jaminan tersebut berasal dari APBD atau sumber lainnya.

Selain itu, ada jaminan kesehatan dan jaminan hidup untuk anak yatim piatu tersebut.

Bupati Abdul Halim masih merancang perbub untuk hal ini.

"Nanti akan buat perbup-nya untuk memberikan tiga jaminan itu. Sehingga tidak boleh ada anak-anak di Bantul yang terlantar kerena ditinggalkan kedua orang tuanya," tandasnya.

Baca: Cek Rekening BRI dan Mandiri, Bantuan Subsidi Gaji Rp1 Juta untuk Pekerja Telah Cair

Baca: Program Keluarga Harapan (PKH)

Ilustrasi Pasien Covid-19 (Kompas.com/SHUTTERSTOCK)

Bocah 10 Tahun yang Isoman Sendirian di Kutai Barat Setelah Kedua Orangtua Meninggal

Alviano Dafa Raharjo (Vino) mendadak viral lantaran terpaksa harus menjalani isolasi mandiri seorang diri di tempat tinggalnya, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Bocah berusia 10 tahun itu menjadi anak yatim piatu karena ayah dan ibunya meninggal dunia akibat terpapar Covid 19.

Diberitakan sebelumnya, sang ibu, Lina Safitri (31) meninggal dalam keadaan hamil di usia lima bulan pada Senin (19/7/2021).

Sementara sang ayah, Kino Raharjo (31) meninggal keesokan harinya pada Selasa (20/07/2021).

Orang tua Vino yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah, diketahui merantau untuk berjualan pentol di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Pelaksana Tugas (Plt), Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Yuniarti, menyampaikan bahwa pada Jumat (23/7/2021), pihaknya telah telah menindaklanjuti adanya informasi terkait Vino.

Baca: Kisah Vino, Harus Isolasi Mandiri Sendirian Setelah Ayah dan Ibunya Meninggal Akibat Covid-19

Pihaknya melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Dinsos Sragen, Urbaniyah Eko Sakti telah menyambangi rumah orangtua  Kino dan Lina, yakni di Kecamatan Sambirejo dan Kecamatan Sambungmacan.

Keluarga Kino dan Lina memiliki niat untuk merawat Vino setibanya di Sragen nanti.

Vino, bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD) saat sedang jalani isolasi mandiri di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kamis (22/7/2021). (Kompas.com/Dok. Margono)

Yuniarti mengatakan, nantinya akan ada mediasi terlebih dahulu mengenai siapa yang akan merawat Vino.

Yuniarti mengaku Pemkab Sragen sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Kutai Barat serta keluarga dari orangtua Vino yang ada di Kubar.

Halaman
12


Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer