Prestasinya yang meningkat membuat Apriyani pergi ke Ibu Kota Jakarta pada 2011.
Saat itu, ia bergabung bersama klub milik Icuk Sugiarto, PB Pelita, yang beralamat di kawasan Kosambi, Jakarta Barat.
Icuk Suigarto mulanya tak langsung menerima Apriyani.
Akan tetapi, karena ada beberapa pertimbangan, di antaranya karena datang dari jauh dan anak dari keluarga kurang mampu, Icuk Sugiarto pun menerima Apriyani berlatih di PB. Plita.
Awalnya Apriyani bermain pada nomor tunggal putri saat berkesempatan tampil pada ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin.
Namun, dia langsung tumbang pada babak pertama.
Baca: Apriyani Rahayu
Pelatih Apriyani saat itu, Toto Sunarto, menyarankan agar ia beralih ke nomor ganda.
Toto melihat bakat Apriyani lebih cocok untuk bermain pada nomor ganda.
Apriyani Rahayu kemudian pindah ke nomor ganda campuran dan ganda putri.
Sejak itulah, pada 2014 hingga 2016, Apriyani Rahayu mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam berbagai ajang Kejuaranaan Dunia Junior.
Kemudian pada 2017, Apriyani Rahayu mulai berfokus main pada level senior.
Dia dipasangkan dengan Greysia Polii untuk menggantikan Nitya Maheswari yang mengalami cedera.
Penampilan perdana Apriyani Rahayu/Greysia Polii terjadi pada kejuaraan beregu Sudirman Cup 2017.
Apriyani Rahayu bersama Greysia Polii sukses meraih gelar pertama mereka, yakni BWF Grand Prix Gold di Thailand Open 2017.
Kemudian mereka juga berhasil meraih gelar BWF Super Series pertamanya pada Prancis Terbuka Super Series 2017.
Namun, pada ajang Hongkong Open 2017, mereka hanya menjadi runner up setelah kalah dari Chen Qing Chen/Jia Yifan.
Adapun Apriyani Rahayu/Greysia Polii pernah memboyong medali perunggu pada Asian Games dan BWF World Championship 2018.
Apriyani Rahayu/Greysia Polii kini berhasil meraih prestasi terbaik mereka, yakni dengan menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar Apriyani Rahayu di sini