Pengakuan Warga soal Aksi Penganiayaan Pasien Covid-19 di Sumut: Stress atau Apa, Dia Peluk Orang

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengakuan Warga soal Aksi Penganiayaan Pasien Covid-19 di Sumut: Stress atau Apa, Dia Peluk Orang

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Video penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa warga Pardumuan, Kecamatan Silaen Kabupaten Toba, Sumatera Utara, viral.

Warga ramai-ramai memukul dan memperlakukan pasien Covid-19 layaknya hewan.

Aksi tak terpuji tersebut diabadikan melalui sebuah video, hingga akhirnya tersebar luas.

Dari video yang beredar, pasien Covid-19 bernama Salamat Sianipar (45) dipukuli dan didorong menggunakan bambu.

Korban pun sampai tersungkur di tanah.

Menurut seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut, Salamat ditolak saat isoman.

Tirama Marpaung mengatakan, mulanya Salamat Sianipar diminta menjalani isolasi mandiri di rumah.

Tapi kemudian, tragedi nahas itu pun terjadi.

Tangkapan layar video aksi sekelompok warga aniaya pasien Covid-19 di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, yang viral di media


Namun, Tirama tidak menjelaskan kenapa warga melakukan hal tersebut.

Di sisi lain, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audi Murphy Sitorus, kejadian tragis itu menimpa Salamat Sianipar karena dia berperilaku aneh.

"Kemarin saat terpapar (Covid-19), entah stress atau apa, asal ketemu sama orang, dipelukinya orang supaya kena juga," kata Audy.

Atas tindakan itu, diduga warga marah dan mengamuk lalu mengikat dan menganiaya Salamat Sianipar.

"Kejadiannya hari Kamis (22/7/2021) kemarin. Waktu itu Satgas sudah mau mengamankan yang bersangkutan karena tindakannya aneh-aneh," sambungnya.

Saat ini, Salamat Sianipar yang sempat dianiaya itu sudah dibawa ke RSUD Porsea.

Baca: Viral Pasien Covid-19 Dipukuli Warga Pakai Bambu Layaknya Binatang, Ditolak saat Lakukan Isoman

Baca: PPKM Level 3

Untuk kasus penganiayaannya, Audy tidak menjelaskannya lebih lanjut.

"Pokoknya tindakannya aneh. Bahkan Wakapolsek pun datang waktu itu langsung mau dipeluknya. Bidan desa itu juga saat mau memakaikan APD langsung dipeluknya," pungkas Audy.

Sedang ditangani polisi

Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Kabid Penmas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya kejadian itu.

Kasus tersebut saat ini diakuinya telah ditangani oleh Polres Toba.

"Benar (kejadiannya), sudah ditangani Polres Toba. Saya sudah bicara dengan Kasubbag Humas, LP sudah diterima dan akan diproses," ungkap Nainggolan.

Halaman
12


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer