Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran di Dogiyai Papua, Satu Warga Pendatang Tewas Terbakar Hidup-hidup

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERUSUHAN DOGIYAI - Jenazah Hendrik Simatupang ketika dievakusi aparat dari puing-puing rumahnya. Massa yang diprovokasi orang mabuk melakukan pembakaran puluhan kios dan rumah di Distrik Kamuu.

2. Kemudian personel satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono menegur warga yang mabuk di run way bandara tersebut.

3. Menjelang tengah malam, sekitar 20 orang mendatangi pos satgas Paskhas dengan membawa panah, parang, dan batu.

4. Massa mengeroyok 5 personel satgas Paskhas yang berada di pos.

5. Lalu personel satgas Paskhas memberikan tembakan peringatan.

6. Massa kemudian melarikan diri

7. Sekitar pukul 22.00 WIT, massa melakukan pembakaran bengkel dan warung bakso milik warga di Kampung Ekimanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

8. Melihat situasi itu, masyarakat pendatang mulai mengungsi ke pos-pos aparat keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai.

9. Lalu massa mulai menjarah dan membakar bangunan dan rumah-rumah milik pendatang di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

10. Kemudian, pada Jumat (16/7/2021), massa semakin meluas dan melakukan pembakaran di Kampung Ikabo serta melakukan penjarahan terhadap isi toko dan bangunan.

11. Hendrik Simatupang, perantau asal Sumatera Utara, tewas terbakar di ruko miliknya.

11. Sejumlah personel Polsek Kamuu dipimpin Kapolsek Iptu Mikael Ayomi tiba di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, guna melaksanakan evakuasi jenazah.

12. Selanjutnya, personel gabungan dari Polsek Kamuu dan Polres Nabire melakukan pengamanan di seputaran Kota untuk mencegah aksi massa yang semakin meluas.

Prajurit TNI AU Dievakuasi

Anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara yang kritis setelah diserang sekelompok orang tersebut telah dievakuasi ke di RSUD Madi, Kabupaten Paniai untuk mendapatkan perawatan.

Hal ini diungkapkan Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada Antara, Jumat (16/7/2021).

"Memang benar ada laporan dua anggota Paskhas terluka setelah dianiaya warga yang saat itu sedang meminum minuman keras di landasan (runway) Bandara Moanemani," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden itu berawal dari laporan terkait adanya sekelompok orang yang sedang minum minuman keras di runway Bandara.

Anggota Paskhas dari Yonko 463/Trisula kemudian mendatangi lokasi dan meminta warga yang berada di landasan pacu untuk keluar dan meninggalkan kawasan Bandara.

Namun, sesaat setelah keluar kawasan Bandara melalui pagar, sekelompok orang itu berbalik dan menyerang kelima anggota Paskhas.

Mereka menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan batu.

Halaman
123


Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer