Profil Ki Manteb Soedharsono, Dalang Kondang Asal Jawa Tengah yang Punya Julukan Dalang Setan

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana penyerahan penghargaan tingkat dunia, Remarkable of Contribution Certifikate kepada Ki Manteb Soedarsono di Gedung Pendopo ISI Solo, Senin (3/7/2017) malam atas kontribusinya menjaga tradisi seni wayang. TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalang Ki Manteb Soedharsono dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, (2/7/2021), pukul 09.45 WIB.

Ki Manteb menghembuskan nafas terakhir di rumahnya, di Karanganyar, Jawa Tengah.

Kabar duka itu dikonfirmasi oleh keponakannya, Ade Irawan.

Ade mengatakan sebelum meninggal, Ki Manteb jatuh sakit dan dirawat di rumah dengan infus dan oksigen.

"Bapak sakit dirawat di rumah. Diinfus di rumah, dioksigen di rumah. Terus tadi pukul 09.45 WIB meninggal," kata Ade.

Menurut salah seorang rekannya, Sugeng Nugroho, Ki Manteb Soedharsono meninggal dengan diagnosa Covid-19.

Ki Manteb Soedharsono akan dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan pasien Covid-19.

"Beliau akan dimakamkan secara protokol kesehatan," kata Sugeng.

Ki Manteb Soedharsono seusai menerima penghargaan dari Union Internationale de Marionnette (UNIMA), Senin (3/7/2017). (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Sempat pergi ke Jakarta

Sang keponakan, Ade Irawan, mengatakan Ki Manteb sempat pergi ke Jakata sebelum sakit.

Dalang tersebut ke Jakarta untuk menghadiri pentas wayang kulit.

Ia pergi ke Jakarta dengan mobil pribadi ditemani istri, anak, dan sopir.

Pulang dari Jakarta, Ki Manteb sempat pentas wayang secara live streaming dari runah pada Minggu (27/6/2021).

Karena kelelahan, Ki Manteb jatuh sakit sejak Senin (28/6/2021).

Keluarga kemudian memanggil dokter untuk merawat Ki Manteb di rumah.

Menurut Ade, Ki Manteb memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Profil

Ki Manteb Soedharsono adalah salah satu dalang wayang kulit ternama dari Jawa Tengah.

Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan.

Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern.

Halaman
123


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer