BEM UI menilai ucapan Jokowi yang sering kali berbanding terbalik dengan realitas.
Beberapa preseden yang dikritik dalam unggahan BEM UI dari Jokowi, antara lain soal kerinduannya didemo, keinginannya agar revisi UU ITE memenuhi rasa keadilan, dan janji manis penguatan KPK.
Unggahan itu viral di media sosial dan, seperti biasa, membelah warganet yang masih terpolarisasi imbas percaturan politik pada beberapa pemilu lampau.
Karena unggahan tersebut, Leon dan perwakilan BEM UI diundang untuk memberikan klarifikasi kepada pihak rektorat yang diwakili oleh Direktur Kemahasiswaan UI.
Mereka juga akan membahas konten tersebut sesuai peraturan Universitas.
Baca: Polri Akan Pantau Media Sosial, Pelanggar UU ITE Bakal Langsung di-DM Polisi, Ini Mekanismenya
Baca: Inilah 9 Pasal UU ITE Dianggap Pasal Karet, Kapolri Listyo: Bisa Membuat Polarisasi di Masyarakat
Leon juga mengaku diminta untuk menurunkan atau menghapus unggahan tersebut.
“Kemarin baru minta klarifikasi dari rektorat ke BEM.
Sama tanya apakah bisa di-takedown, dan akan bahas kelanjutannya sesuai peraturan Universitas,” kata Leon.
Leon mengatakan bahwa dalam pertemuan itu pihaknya menolak permintaan untuk menghapus unggahan terkait kritik kepada Jokowi.
“Kami menolak,” jawabnya singkat.
Simak artikel lainnya mengenai Jokowi: The King of Lip Service di sini