"Dari data tersebut persentasenya 87 persen anak perempuan. Tinggi sekali. Dari data tersebut kami menginisiasi gerakan bersama yang secara masif namanya Jo Kawin Bocah," katanya.
Gerakan ini untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak.
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas semua pihak.
Pihaknya juga mengeluarkan buku saku yang berisi panduan untuk mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak.
Kemudian, pihaknya mengampanyekan logo Nikah Sehati, yakni Sehat, Terencana, Mandiri.
"Kami juga melakukan pelatihan keterampilan hidup bagi anak-anak. Ada forum genre, osis, disabilitas. Untuk mendata perempuan dan anak rentan termasuk perkawinan anak, kami buat aplikasi Apem Ketan, yakni aplikasi pemetaaan perempuan dan anak rentan. Ini sudah diuji coba di Klaten, Kota Semarang, dan Wonosobo."
"Selain itu, juga mendirikan layanan terpadu atau Care Center Jo Kawin Bocah untuk pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Siapa pun bisa menggunakan layanan tersebut."
"Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan angka kasus perkawinan anak yang tinggi bisa dicegah. Sehingga kasus bisa diturunkan dan paling tidak dihapuskan."
Baca: Respons Ganjar Pranowo Saat Ditanya Soal Pilpres 2024 Mendatang
Baca: Bantah Ada Sindiran, Aria Bima Sebut Ganjar Digadang-gadang Jadi Kader Terbaik oleh Megawati
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tekad Ganjar soal Perkawinan Anak di Jateng: Tak Hanya Turunkan, Tapi Hapuskan