Remaja berinisial W itu diketahui dihajar warga setelah menyewa pekerja seks komersial (PSK).
W dikeroyok karena dirinya tak bisa membayar sang PSK.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Cikijing yang berada di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Wilayah tersebut memang merupakan salah satu kompleks prostitusi di wilayah Pantura Kabupaten Subang.
Seorang pemiliki warung remang-remang AN (45) membenarnya adanya kejadian yang menimpa W.
Ia mengatakan bahwa W tak mau membayar sang PSK setelah berhubungan seks.
PSK pun mengadu kepada warga sekitar.
Akhirnya, W pun digeruduk dan dikeroyok massa.
"Baru abis main (memakai jasa PSK). Si PSK-nya ngadu ke kita kalau orang yang booking enggak mau bayar," ujar AN kepada awak media di lokasi kejadian, Senin dini hari (7/6/2021).
Setelah mendengar pengaduan PSK tersebut, sejumlah pria warga yang ada di sekitar lokasi lantas mendatangi kamar W lalu menghajarnya hingga babak belur.
"Saya si enggak tahu pasti harga sewanya berapa kan yang deal-nya mereka berdua, kalau biasanya yah sekitar Rp 600 ribu," kata AN.
Berdasarkan informasi dari AN, kini W masih dirawat di salah satu rumah sakit di wilayah Subang kota.
Sementara itu, pada bulan April lalu terjadi kasus prostitusi yang melibatkan DA (29)
Pelakunya adalah H (35), suami dari DA. H melakukannya karena sakit hati.
Baca: PSK 19 Tahun Terjaring saat Sedang Berhubungan Dengan Pria Hidung Belang di Hotel Kota Malang
Baca: Video PSK Digerebek di Indekos Ciledug, Open BO Lewat MiChat dengan Tarif Rp 300 Ribu Sekali Kencan
Selama ini, istrinya diketahui bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan mengatakan hal itu terungkap saat petugas mendalami informasi dari pelaku DA.
Pelaku DA mengaku sejak dua bulan lalu telah dijual oleh suaminya untuk melayani jasa esek-esek.
"Fakta menarik ini, ternyata suami dari pelaku DA juga menjual istrinya ke pria hidung belang. Dari penangkapan DA, petugas juga tidak berlangsung lama langsung menangkap suaminya," ujar Siswo saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021).