“GILAAAKKK @kpipusat ngapain aja lo?” tulis sutradara Angga Dwimas Sasongko.
“Setuju bangat ko sudah mewakili suaraku paling benci nonton @indosiar kalau Chanel ini ditonton dirumah saya pasti langsung ngoceh "ngapain sih nonton filim ini"filimnya hanya menceritakan kekarasan rumah tangga bercerai, selingkuh Hati yang tersakiti tak ada pesan moral yang didapat. dari pagi kerja sampai malam kumenangis tetap ada utuk @indosiar mari buat filim berkarakter motifasi Untuk anak muda.maupun orang tua,” tulis netizen @tiara***
“Mending gak usah ada KPI aja klo cuma duduk nunggu laporan viral baru bergerak.. Kerja santui.. Uang negara terbuang habis percuma !!” tulis netizen @vabin***
Sebelumnya Kompaks menilai, sinetron tesebut sangat disayangkan karena terkesan mendukung, bahkan mendapat keuntungan dari isu perkawinan anak.
Baca: KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)
Baca: Sosok Bupati Alor yang Marahi Staff Mensos dan Sepak Terjangnya, Pernah Ancam Tembak Kolonel TNI
"Sungguh miris ketika sebuah sinetron yang ditayangkan melalui saluran televisi nasional telah mendukung, melanggengkan, dan bahkan mendapatkan keuntungan (monetisasi) dari isu perkawinan anak alih-alih melakukan hal-hal yang dapat berkontribusi pada penghapusan kekerasan berbasis gender yang satu ini," kata dia.
Lebih lanjut, Kompaks juga meminta Lembaga Sensor Film untuk bekerja secara kritis, benar, dan bertanggung jawab atas penayangan sinetron tersebut.
Mereka pun berharap jaringan penyiar Indosiar dan rumah produksi Mega Kreasi Films juga bertanggung jawab kepada masyarakat secara sosial dengan memproduksi dan menayangkan konten edukatif terkait dengan isu perkawinan anak.
Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun diminta untuk terlibat mendalami serta memberikan perlindungan kepada aktris di bawah umur di sinetron tersebut.