Pride Month merupakan bulan istimewa bagi kelompok LGBTQ di seluruh dunia.
Sebelumya, perlu diketahui LGBTQ merupakan akronim dari kelompok yang terdiri atas identitas gender Lesbian Gay Biseksual Transgender dan Queer.
Penyebutan LGBT kerap ditemukan dengan berbagai tambahan huruf.
Misalnya dibelakang LGBTQ terdapat tambahan huruf 'A' atau Aseksual, 'Q' mewakili kata Queer, dan 'I' untuk kaum Interseks.
Tak mengherankan jika 'kelompok alphabetik' ini kerap ditemukan dengan istilah LGBTQ+ dengan tanda '+' atau plus mewakili identitas seksual lain termasuk Panseksual.
Lalu bagaimana sejarah dan fakta soal hari spesial kelompok LGBTQ ini?
Baca: Ribuan Transgender di Thailand Senang Kompak Perlihatkan Sertifikat Bebas dari Wajib Dinas Militer
Baca: Tak Hanya LGBT, Thailand Punya 18 Identitas Gender yang Diakui Secara Umum, Berikut Penjelasannya
Sejarah Pride Month
Pride Month memiliki kredit khusus pada seoang aktivis bernama Brenda Howard.
Dijabarkan oleh Etonline.com dan Advocate.com, Brenda Howard adalah seorang biseksual yang menginisiasi Pride Parade pertama kali di Amerika Serikat pada 1970.
Oleh karena itulah, kelompok yang bersimbolkan pelangi ini menyebut Brenda Howard sebagai 'Mother of Pride'.
Jauh sebelumnya, kelompok LGBTQ kerap mendapat diskriminasi hingga dilarang untuk untuk minum-minum maupun berdansa di bar.
Bahkan sebagian besar bar tidak mengizinkan kelompok ini masuk.
Mereka takut jika bar akan digerebek oleh polisi dan dikenai denda.
Satu di antaranya yang memperbolehkan kelompok LGBTQ berpesta adalah bar di Stonewall Inn.
Bar tersebut hingga saat ini masih bisa ditemui di sekitar Greenwich Village, New york City.
Pemilik bar, yang saat itu merupakan mafia setempat mengaku tak keberatan dengan hal tersebut.
Baginya, bisnis adalah bisnis dan uang bisa datang dari siapa saja tanpa kecuali.
Mengetahui keterbukaan Stonewall Inn, polisi setempat kerap melakukan razia kemudian menangkap kelompok beridentitas gender istimewa tersebut.
Tak hanya melakukan razia dan memberikan sanksi denda, polisi bahkan kerap melakukan tindakan koersif.