Lagu ini merefleksikan ambisi Warren Hue serta menjadi gebrakan baru untuknya di 88rising karena lagu ini menjadi single utama dalam album kolaborasi Head in the Clouds 3.
Too Many Years diciptakan oleh Jacob Ray dan memiliki irama menyentuh dari permainan perkusi serta lirik yang menggugah suasana hati.
Serta dibawakan dengan sempurna oleh vokal Warren.
Sementara untuk video musik dari lagu ini disutradarai oleh James Defina.
"Too Many Years merupakan lagu emosional tentang berbagai impian yang aku miliki," ujar Warren saat perilisan lagunya kemarin.
Baca: Nissa dan Ayus Sabyan Dikabarkan Menikah, Pakar Sebut Keduanya Coba Ekspresikan Perasaan Lewat Lagu
Baca: 88rising
"Lagu tersebut menggambarkan kenyataan ketika aku mengehar mimpi dan bagaimana orang memperlakukanku ketika berada di proses itu," tambahnya.
Menurutnya, lirik dan struktur lagu beat unik dari Jacob Ray menambah kesan nyata pada lagu, yang terinpsirasi dari pengalaman pribadi Warren dan dituangkan secara kreatif.
Head in The Clouds 3 sendiri adalah kelanjutan dari rangkaian album ikonik dari para penyanyi 88rising dan penampilan bintang tamu dari musisi Timur hingga Barat.
Setelah vakum di tahun 2020, album yang sudah dinantikan ini akan dibuat berdasarkan kesuksesan besar yang diterima oleh 88rising dari album Head in The Clouds yang pertama dan kedua.
Diketahui dua album ini menarik perhatian dan menerima lebih dari 1,9 miliar streams hingga saat ini.
Perilisan album Head in The Clouds 3 berbarengan dengan peluncuran TOOMANYTEARS.AI.
88rising dan Microsoft bekerja sama untuk memperkenalkan pengalaman audio-visual menggunakan teknologi AI yang bertujuan menganalisa video pemandangan dari San Gabriel Valley sekaligus mengetahui versi asli dari lagu tersebut.
Hal ini merupakan terobosan ketiga kalinya bagi Microsoft dengan melibatkan AI ke dalam proyek musik, mengikuti apa yang telah dilakukannya pada kota kembar dengan melibatkan artis Bjork dan Julianna Barwick.
TOOMANYTEARS.AI menandai kedinamisan San Gabriel Valley, sebuah daerah dengan keragaman etnis di Amerika Serikat.
Serta juga menjadi rumah bagi perkembangan populasi dan budaya Asia-Amerika.
Teknologi Microsoft AI fokus pada satu hari penuh, memungkinkan video lebih lama, dan perputaran kontemplatif dari musik cocok untuk pemandangan perternakan, sedangkan kamera berpusat pada lagu remix berkelanjutan.
Kini, suasana asli dari tempat itu, telah berada di perangkat masing-masing pendengar.
Menggunakan musik elektronik dalam pekerjaan ini, kini telah mampu menjelajahi bagaimana AI dapat memengaruhi sebuah lagu dengan cara tradisional yang mungkin dilakukan oleh para sutradara.
Sebelumnya, Warren Hue merilis lagu hip-hop/elektronik penuh energi berjudul Charged! yang bekerja sama dengan Samsung.