Profil Jenderal Min Aung Hlaing, Pembantai Rohingya dan Pengkudeta Aung San Suu Kyi

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Panglima AD Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.

"Mungkin saja lima tahun. Mungkin juga bisa berlangsung selama 10 tahun. Saya tak bisa mengatakannya dengan jelas," paparnya.

Dalam foto file ini diambil pada 19 Juli 2020 Kepala Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing memberi hormat saat peringatan 73 tahun upacara Hari Martir di Yangon. Tambang, bank, minyak bumi, pertanian, pariwisata: Junta yang berkuasa di Myanmar memiliki kepentingan dalam sebagian besar ekonomi negara, memberikannya kekayaan kolosal - dan dijaga ketat - yang telah ditargetkan oleh Amerika Serikat dengan sanksi. (Ye Aung THU / AFP)

Meski hanya memimpin tiga kementerian, pertahanan, urusan perbatasan, dan urusan dalam negeri, pengaruhnya begitu besar.

Sementara pemerintahan sipil bisa menelurkan legislasi, Min dan kroninya memegang kekuasaan dari polisi, pasukan perbatasan, bahkan hingga Departemen Administrasi Umum.

Min Aung Hlaing juga berwewenang memilih seperempat anggota parlemen, yang bisa memveto jika ada kebijakan yang tak menguntungkan.

Kemudian mereka sewaktu-waktu bisa melakukan kudeta, dengan klausul "militer berhak mengambil alih dan memimpin negara jika demokrasi dianggap mati".

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Jenderal Min Aung Hlaing, Pemimpin Junta Myanmar yang Hadir di KTT ASEAN

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR MYANMAR DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer