Hal ini menyebabkan munculnya varian baru.
Namun, sebagian besar tidak berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
WHO juga menjelaskan mereka bekerjasama dengan otoritas nasional, lembaga, dan peneliti, secara rutin menilai varian SARS-CoV-2 dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan COVID-19 yang terbit 20 April.
"Menilai varian SARS-CoV-2 yang mengakibatkan perubahan dalam penularan, presentasi klinis dan keparahan, atau jika berdampak pada kesehatan masyarakat dan tindakan sosial," imbuh WHO.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 12 Maret: WHO Keluarkan Peringatan Global Wabah SARS
Baca: Para Ilmuwan Ungkap Kemampuan Daya Rusak Virus Corona Setara SARS dan HIV yang Digabung Jadi Satu
Baca: Dokter China Ungkap Fakta Mengejutkan Bahaya Virus Corona: Kombinasi SARS dan AIDS & Rusak Paru-paru