Viral, Dulu Dihina Guru Disumpahi Jadi Sampah Masyarakat, Pemuda Ini Kini Sukses Raih S2 di Eropa

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar video unggahan akun TikTok @scotchandsoba

Meski pernah disumpahi akan menjadi sampah masyarakat, tapi Alfaz tak menggubrisnya.

Justru perkataan gurunya itulah yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Alfaz menjadi termotivasi untuk membuktikan kepada orang-orang.

Bahwa apapun latar belakang seseorang tetap berhak mendapatkan akses pendidikan yang lebih tinggi.

Termasuk untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat.

"Pengen ngebuktiin ke orang-orang, kalau apapun latar belakang kita tetep berhak terhadap akses pendidikan lebih tinggi dan bisa berkontribusi kepada masyarakat" tegas pria asal Jakarta ini.

Baca: Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia, Ada Maudy Ayunda hingga Jerome Polin

Belum Berjumpa Lagi dengan Gurunya

Alfaz menuturkan, hingga kini belum bisa bertemu lagi dengan guru SMP-nya tersebut.

Jangankan bertemu, kabar terbaru mengenai gurunya itu pun Alfaz tak mengetahuinya.

Namun ia mengaku masih mengingat jelas momen saat itu

"Belum pernah berjumpa lagi dan belum tau gimana kabarnya sekarang. Tapi masih ingat jelas gimana momentnya pada waktu itu," tutur Alfaz.

Jika diberikan kesempatan untuk bertemu dengan gurunya, Alfaz tak ingin balas dendam.

Justru ia ingin berterimakasih, karena berkat kata-kata yang telah dilontarkan gurunya itu, Alfaz bisa termotivasi menjadi manusia yang lebih baik.

"Terima kasih sudah memotivasi saya menjadi manusia lebih baik dan berusaha membuktikan kalau omongan anda kepada saya tidaklah benar. Semoga sehat dan bahagia selalu," pungkasnya.

Baca: Tiga Kartini Muda Indonesia Masuk dalam Forbes 30 Under 30 Kawasan Asia Bidang Retail & Commerce

(Tribunnewswiki.com/Husna, Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Dulu Disumpahi Jadi Sampah Masyarakat, Kini Telah Sukses dan Bisa S2 di Eropa.

Simak artikel Viral lainnya di sini



Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer