Idap HIV Sejak Kuliah, Scott Alfaz Pantang Menyerah, Lulus S2 di Eropa dan Sukses Dirikan hayVee

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Scott ALfaz pernah disumpahi kelak akan menjadi sampah masyarakat oleh guru SMP nya, namun kini dirinya sukses lulus S2 di Eropa dan sukses mendirikan platform digital hayVee.

Kenyataan bahwa Alfaz mengidap HIV ini bahkan menjadi luka batinnya hingga sekarang.

"Aku cuma bisa nunduk, yang pertama aku pikirin aku pasti enggak bisa punya keluarga, punya anak. Yang utama selain itu bakal malu-maluin keluarga aku, karena keluarga aku cukup agamis."

"Aku berasa menjadi positif HIV pada saat itu udah malu banget, azab banget. Masih kerasa sampe sekarang dan itu jadi luka batin aku sampe sekarang," ungkapnya.

Butuh waktu hampir dua tahun untuk Alfaz bisa menerima keadaannya yang positif HIV.

Namun lama-kelamaan Alfaz mulai bisa menerima keadaan tersebut.

"Butuh waktu satu tahun bahkan hampir dua tahun untuk aku bisa menerima. Walaupun aku belum bisa bilang aku udah menerima sepenuhnya. Tapi lambat laun aku berusaha untuk bisa hidup dengan virus aku."

"Aku berusaha hidup dengan perasaan marah, kalut, takut, sedih, khawatir, bingung. Ya udah lah aku berusaha hidup sama perasaan-perasaan itu," ucap pria asal Jakarta ini.

Berhasil Lulus S2 di Luar Negeri

Walaupun dengan keadaan Alfaz yang mengidap HIV, ia tetap berjuang dan berusaha mewujudkan mimpinya.

Untuk bisa berkuliah di Eropa, Alfaz berjuang mendaftar banyak kampus di berbagai negara.

Selain itu Alfaz juga harus belajar bahasa Inggris selama kurang lebih satu tahun.

"Saya benar-benar berjuang untuk mendaftar kampus di berbagai negara dan belajar bahasa Inggris selama satu tahun lebih," ujar lulusan Hukum Universitas Gadjah Mada ini.

Berkat kegigihannya, Alfaz berhasil menyandang gelar LL M (Legum Magister) atau Magister Hukum dari University of Groningen, Belanda.

Sukses Mendirikan Platform Digital hayVee

Dengan berbekal ilmu dan pengalamannya di bidang kesehatan seksual dan kesehatan mental, Alfaz mendirikan sebuah platform digital bernama hayVee.

hayVee adalah sebuah platform edukasi mengenai informasi seputar HIV dan platform yang memfasilitasi akses kesehatan.

Terutama di bidang kesehatan mental dan kesehatan seksual.

Alfaz pun berharap ke depannya semakin banyak orang yang sadar akan isu kesehatan seksual dan kesehatan mental.

"Berharap semakin banyak orang-orang yang aware sama isu kesehatan seksual dan kesehatan mental. Serta mengurangi stigma atau diskriminasi yang masih cukup tinggi terkait isu tersebut," tutur Alfaz.

Meskipun dengan kesuksesannya yang ia raih sekarang, Alfaz masih memiliki mimpi lain yang ingin ia wujudkan.

Halaman
123


Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer