Bukan protes biasa, ratusan eks anggota FPI itu meminta jika mantan ketua FPI, Rizieq Shihab, dibebaskan.
Foto yang diunggah ke Facebook itu bertuliskan, "200 orang bersumpah mbela hrs sampai mati".
Dalam keterangan foto yang beredar, ratusan mantan anggota FPI melakukan deklarasi menuntut pemerintah untuk membebaskan Rizieq Shihab.
Bahkan mereka rela melakukan bunuh diri, jika HRS tak segera dikeluarkan dari penjara.
Terlihat dari foto yang beredar, ratusan anggota eks FPI mengenakan baju putih dengan pengawalan polisi di belakang barisan.
Foto tersebut mulanya beredar dari sebuah grup Facebook bernama Denny Siregar Fans.
Grup tersebut disetting publik atau bisa diakses oleh siapa saja.
Konten itu diunggah akun bernama Ini Emak Tong.
Unggahan itu telah mendapat 36 reaksi, 66 komentar dan 1 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lain.
Ada warganet yang percaya, ada juga warganet yang menyerukan jika foto tersebut adalah hoaks alias tidak benar.
Lantas, bagaimana kebenaran foto tersebut?
Dari penelusuran yang dikutip dari TribunJateng.com, klaim gambar tersebut adalah tidak benar.
Baca: Dua Pelaku Terduga Teroris yang Ditangkap Polisi Sempat Kunjungi Pengadilan Rizieq Shihab
Baca: Sajam yang Diamankan dari Mobil Kuasa Hukum Rizieq Shihab Disebut sebagai Benda Pusaka
Baca: Merasa Tak Adil, Rizieq Shihab Nilai Harusnya Dirinya Tak Dipidana karena Sudah Membayar Denda
Ditemukan gambar serupa dalam artikel Jpnn.com berjudul “FPI Geruduk Kantor Tempo” diunggah pada 16 maret 2018.
Gambar itu diabadikan ketika massa FPI berdemo di Kantor Tempo, Jakarta Timur, Jakarta pada 16 Maret 2018.
Aksi demo tersebut dimaksudkan untuk memprotes karikatur yang dianggap menghina Ketua DPP FPI, Rizieq Shihab.
Dengan demikian, klaim gambar aksi demo mantan anggota FPI seperti pada unggahan akun Facebook Ini Emak Tong adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Informasi tersebut masuk dalam hoaks jenis false context (konteks keliru).
False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah.
Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat.