Irni juga dituding menerima sejumlah bayaran untuk menjadi mata-mata.
Namun semua tudingan itu langsung dibantah oleh sang ART.
Irni juga mengaku tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah.
"Udah gitu saya dicaci maki, sampai aku dituding merusak rumah tangganya."
"Menerima bayaran dari orang untuk memata-matai tapi semua itu tidak benar," tambahnya.
Irni mengatakan pelaku dari tindakan itu terdapat dua orang, berinisial S dan N.
Selama tidak diperbolehkan keluar rumah, ia terus diawasi oleh dua orang itu.
Pun saat harus ke kamar mandi, sang ART diwajibkan meminta izin terlebih dahulu.
"Saya di dalam kamar pun diawasi terus sama dua orang itu."
"Mau masuk kamar mandi saya harus minta izin sama dua orang itu," jelas Irni.
Irni juga mendapatkan tindak kekerasan yang lainnya selain mendengar caci maki.
"Waktu itu orangnya ngomong sampai mata aku dicolok-colok."
"Sampai dia ngatain aku gila, apa segala macam," imbuhnya.
Irni menduga ponselnya dirampas karena orang itu ingin melihat percakapannya dengan sosok berinisial M.
"Mau lihat chatingan saya sama orang yang biasanya saya ngomong, inisialnya M."
"Yang biasa saya suka telponan, sama orang itu," ungkap Irni.
Kendati demikian, Irni menuturkan masih diberi makan selama penyekapan terjadi.
Ia dilarang untuk keluar dari rumah bahkan kamar hingga tanggal 25 Februari 2021.
"Dikasih makan iya, cuma nggak boleh keluar ke mana-mana," lanjutnya.
Lantas, Desiree dan Bams ternyata ikut disebut dalam pengakuannya saat ditemui di Komnas Perempuan.