Tindakan itu dilakukan oleh sejumlah inisial yang enggan disebutkan secara gamblang.
Akan tetapi nama Desiree dan sang anak, Bams turut diseret dalam pengakuannya.
Irni mengungkapkan kejadian ini berlangsung pada 24 Februari 2021 lalu selama dua hari.
"Pada saat itu (24 Februari), handphone saya disita sama orang itu. Handphone saya disita selama dua hari sama orang-orang di rumah sana," terang Irni kepada media seperti dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Kamis (8/4/2021).
Bahkan ia sampai dicaci maki karena dituding merusak rumah tangga orang tersebut.
Irni juga dituding menerima sejumlah bayaran untuk menjadi mata-mata.
Akan tetapi tudingan itu langsung dibantah oleh sang ART
ART ini juga mengaku tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah.
"Udah gitu saya dicaci maki, sampai aku dituding merusak rumah tangganya."
"Menerima bayaran dari orang untuk memata-matai tapi semua itu tidak benar," tambahnya.
Irni mengatakan pelaku dari tindakan itu terdapat dua orang, berinisial S dan N.
Selama tidak diperbolehkan keluar rumah, ia terus diawasi oleh dua orang itu.
Pun saat harus ke kamar mandi, sang ART diwajibkan meminta izin terlebih dahulu.
"Saya di dalam kamar pun diawasi terus sama dua orang itu. Mau masuk kamar mandi saya harus minta izin sama dua orang itu," jelas Irni.
Irni juga mendapatkan tindak kekerasan yang lainnya selain mendengar caci maki.
Baca: Hotma Sitompul Bantah Tak Beri Desiree Nafkah selama 8 Tahun, Mengaku Kirim Ratusan Juta Tiap Bulan
Baca: Hotma Sitompul Menggebu-gebu Tunjukkan Foto Desiree Tarigan Bersama Pria Lain: Saya Tidak Menuduh
"Waktu itu orangnya ngomong sampai mata aku dicolok-colok. Sampai dia ngatain aku gila, apa segala macam," imbuhnya.
Irni menduga ponselnya dirampas karena orang itu ingin melihat percakapannya dengan sosok berinisial M.
"Mau lihat chatingan saya sama orang yang biasanya saya ngomong, inisialnya M, yang biasa saya suka telponan, sama orang itu," ungkap Irni.
Kendati demikian, Irni menuturkan masih diberi makan selama penyekapan terjadi.
Ia dilarang untuk keluar dari rumah bahkan kamar hingga tanggal 25 Februari 2021.