Sejumlah Fakta All England 2021, dari Rekor Baru hingga Kontroversi yang Muncul

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo turnamen bulu tangkis All England Open. Ada sejumlah rekor yang dipecahkan dalam All England Open 2021.

Nozomi Okuhara menyumbang gelar keempat untuk Jepang seusai menundukkan Pornpawee Chochuwong (Thailand), 21-12, 21-16.

Okuhara sebelumnya menjuarai All England Open 2016.

3. Yuta Watanabe pecahkan rekor 20 tahun

Pebulu tangkis spesialis ganda asal Jepang, Yuta Watanabe, menjadi juara dua nomor pada All England Open 2021.

Watanabe yang berpasangan dengan Hiroyuki Endo mengalahkan rekan senegara Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-15, 17-21, 21-11.

Endo/Watanabe juga berhasil mempertahankan gelar yang mereka ukir tahun lalu.

Baca: Timnas Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Simak Kronologi Lengkapnya

Pada final ganda campuran, Watanabe yang bertandem dengan Arisa Higashino menang atas Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo, 21-14, 21-13.

Yuta Watanabe (Instagram/bwf.official)

Watanabe/Higashino sebelumnya naik podium kampiun pada All England Open 2018. Saat itu, Watanabe/Higashino mengalahkan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China), 15-21, 22-20, 21-16.

Pebulu tangkis 23 tahun ini menjadi pemain putra pertama dalam 20 tahun terakhir yang meraih dua gelar sekaligus pada All England.

Pebulu tangkis terakhir yang mencatatkan dua gelar itu adalah Kim Dong-moon (Korea Selatan).

Dia mencetak rekor tersebut bersama Ha Tae-kwon (ganda putra) dan Ra Kyung-min (ganda campuran) pada All England 2000 dan 2002.

4. Lee Zii Jia akhiri paceklik gelar tunggal putra Malaysia

Kemenangan pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, menjadi sejarah baru.

Lee mengalahkan Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor fantasis, 30-29, 20-22, 21-9.

Dalam perjalanan menuju final, pebulu tangkis berusia 22 tahun ini mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia, Kento Momota (Jepang) pada babak perempatfinal.

Kemenangan ini tidak hanya membuat Lee memperbaiki rekor pertemuannya dengan Axelsen menjadi 2-3 untuk keunggulan Axelsen.

Baca: PBSI Tegaskan Bukan Salah BWF Terkait Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021

Lee Zii Jia (kiri) berjabat tangan dengan Viktor Axelsen, 21 Maret 2021. (ADRIAN DENNIS / AFP)

Tetapi, juga membuat dia mengakhiri paceklik gelar tunggal putra Malaysia pada All England selama empat tahun.

Terakhir kali tunggal putra Malaysia yang berhasil mengukir gelar All England adalah Lee Chong Wei pada 2017.

(Tribunnewswiki/Tyo/Tribunnews/Hasiolan Eko P Gultom

Baca berita lainnya tentang All England 2021 di sini.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-Fakta Menarik All England 2021, Penuh Rekor dan Kontroversi



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer