Sidang diselenggarakan di PN Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Saksi-saksi dihadirkan untuk memperkuat status Aprilia Manganang.
Satu diantaranya yaitu Kolonel dr. Guntoro, ahli bedah RSPAD Gatot Soebroto.
Menurut Guntoro pada pemeriksaan fisik, Aprilia Manganang memiliki postur tubuh layaknya pria.
Dadanya terlihat bidang dan pinggulnya tidak besar.
"Khusus genital. Saya periksa didapati ada dengan ukuran lebih kecil," kata Guntoro seperti dilansir dari Tribun Manado.
Selain itu, ditemukan kantong buah sakar berisi 2 testis dibungkus kantong buah sakar.
"Maka tim mendiagnosa pemohon mengalami Hipospadia," ujarnya
Aprilia Manganang disebut mengalami Hipospadia sprotalis atau Hipospadia berat.
Baca: Ini Kronologi Aprilia Manganang Mantan Atlet Voli Putri yang Kini Ditetapkan Sebagai Laki-laki
Ciri fisik lain yang menandakan Aprilia Manganang adalah pria yaitu dia tidak pernah menstruasi.
Tim dokter lalu melakukan pemeriksaan MRI untuk melihat organ intim yang dimiliki mantan atlet voli ini.
"Di situ tidak temukan rahim induk telur (layaknya yang dimiliki perempuan), malah temukan prostat yang hanya dimiliki laki laki," ujarnya
Diketahui sidang perubahan status dari wanita menjadi Laki-laki ini dilakukan secara virtual.
Sidang dilakukan dari PN Tondani yang terhubung dengan Mabes TNI AD di Jakarta.
Aprilia Manganang yang berpangkat sersan telah mengenakan seragam pria TNI AD.
Namun, tag namanya masih Aprilia Manganang.
Baca: Kumpulan Potret Tampan Aprilia Manganang, Mantan Pevoli Putri Indonesia yang Dinyatakan Sebagai Pria
Sersan Aprillia Manganang berada di Jakarta bersama Jenderal Andika Perkasa dan jajarannya.
Andika Perkasa mengungkapkan, Aprilia Manganang tidak mendapatkan perawatan atau pemeriksaan lanjutan, meskipun diketahui menderita hipospadia.
Hal itu dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga Aprilia Manganang.