BPOM Tak Rekomendasi Vaksin AstraZeneca Digunakan di Indonesia, Masih dalam Proses Kajian

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang perawat yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Kuwait memegang sebotol vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) di pusat vaksinasi al-Naseem, Provinsi al-Jahra, 40 km sebelah utara Kota Kuwait, pada 4 Maret 2021. Denmark dan Norwegia menangguhkan pemakaian vaksin AstraZeneca setelah adanya laporan terjadinya pembekuan darah.

Astra Zeneca sendiri juga sedang menunggu penentuan target vaksinasi dari BPOM.

Pantau KIPI

BPOM juga menyebutkan jika nantinya vaksin AstraZeneca sudah didistribukan, tetap akan dilakukan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Kami kan ada mekanisme penanganan KIPI. Jadi, walaupun vaksin Astra Zeneca digunakan, penanganan dan monitoring KIPI-nya dari BPOM masih berlangsung," kata Siti Nadia.

Baca: Isu Vaksin Sinovac Masuki Masa Kedaluwarsa, Ini Klarifikasi Kementerian Kesehatan

Baca: MUI Keluarkan Fatwa Hukum Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan: Tidak Membatalkan Puasa

Artinya, dia melanjutkan, mekanisme pemantauan tetap ada.

Sehingga, bukan berarti tak ada monitoring setelah vaksin Astra Zeneca disuntikkan.

"Mekanisme itu tetap berjalan, baik dari BPOM dan Komisi Nasional KIPI terkait gejala klinis yang timbul akibat penyuntikan vaksin," ujarnya.

Baca selengkapnya soal Vaksin Covid-19 AstraZeneca di sini

(TribunnewsWiki.com/Restu, Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: BPOM Rekomendasi Vaksin AstraZeneca Tak Digunakan, Ini Alasannya

 

 



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer