Kebiasaan tidur setelah makan, baik itu saat sahur maupun berbuka puasa tak baik bagi kesehatan.
Baca: Menjelang Ramadhan, Simak 4 Tips Makan Sahur Berikut Agar Tubuh Tetap Bugar Selama Berpuasa
Tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi ini bisa memicu mual dan muntah. Posisi berbaring setelah makan ini juga dapat menghambat proses pencernaan.
Selain itu, tidur setelah makan dapat menyebabkan makanan yang seharusnya diolah menjadi energi menumpuk di dalam tubuh menjadi timbunan lemak.
Makanan terlalu pedas dan asam dapat memicu kenaikan asam lambung serta rentan mengiritasi lambung.
Beberapa asupan asam termasuk jeruk nipis, lemon, jeruk bali, dan tomat.
Hindari makanan olahan karena umumnya mengandung pengawet dan banyak gula dan garam.
Selain itu, hindari makanan yang digoreng. Pilih teknik masak yang lebih sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis.
Baca: Simak Rekomendasi Minuman Dingin untuk Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan, Ada Kolak Hingga Es Kopyor
Minumlah air putih yang cukup, setidaknya enam sampai delapan gelas per hari.
Hindari minuman berkafein, jus yang berlimpah gula, minuman terlalu banyak gula, dan soda.
Untuk menambah jumlah pasokan air, Anda bisa mendapatkan tambahannya dari buah dan sayur segar.
Selama berpuasa, usahakan untuk makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.
Anda bisa berbuka puasa dengan kurma dan sup terlebih dahulu untuk membatalkan puasa.
Ibarat mesin, pencernaan tubuh juga butuh pemanasan sebelum makan berat.
Perut sebagian orang rentan kaget saat tiba-tiba diberi makan berat setelah berpuasa seharian.
Setelah shalat maghrib, baru Anda boleh menyantap hidangan utama diikuti makan besar lain setelah shalat tarawih.
Hindari juga makan besar tiga jam sebelum tidur, agar proses pencernaan makanan tidak terganggu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mual saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya..."