Rinciannya adalah 59 orang merupakan rombongan peserta ziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, dan 3 lainnya merupakan sopir dan kernet bus.
Dari jumlah itu, sebanyak 27 orang di antaranya dinyatakan meninggal.
Korban selamat berjumlah 34 orang, dan ada 1 korban lagi yang masih terjepit di dalam bus.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung Supriono, Rabu malam, (10/3/2021).
Kecelakaan bus Seri Padma Kencan yang membawa rombongan yang pulang dari Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, menuju Subang melalui Wado Sumedang tersebut terjadi Rabu (10/3/2021), sekitar pukul 18.30 WIB.
"Saat ini masih ada satu korban yang masih dalam proses evakuasi. Posisi korban terjepit badan bus," ujar Supriono kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
Baca: Nekat Masuk Jalur Busway dan Tantang Petugas, Pengendara Motor Ini Diburu PT Transjakarta
Supriono mengatakan Basarnas Bandung akan memaksimalkan proses evakuasi pada saat ini juga.
"Kesulitan yang kami hadapi pada proses evakuasi ini karena posisi bus yang terbalik, sehingga korban banyak yang terhimpit badan bus dan menyulitkan kami dalam proses evakuasi," tutur Supriono.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Wado yang membantu proses evakuasi sesaat pasca-bus masuk jurang, Waslim (59), mengatakan sopir bus diduga tewas.
"Sopir busnya juga meninggal, tadi sudah dievakuasi," ujar Waslim kepada Kompas.com.
Waslim menuturkan saat evakuasi banyak korban yang dalam posisi terjepit.
Ia bersama warga lainnya berhasil mengevakuasi 20 korban.
"Alhamdulillah tadi di awal-awal ada 11 orang selamat yang kami amankan, 9 orang lainnya sudah meninggal, kondisinya tragis," tutur Waslim.
Baca: Putranya Turut Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang, Ibu Sopir: Tolong Maafkan Anak Saya
Waslim menyebutkan Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, memang terkenal ekstrem.
"Kondisinya memang menanjak dan berkelok. Kalau sopir yang tahu medan di sini pasti sudah paham. Mungkin sopirnya ini tidak tahu medan, jadi sebelum masuk jurang tidak paham cara mengendalikan busnya," kata Waslim.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir juga mengatakan Tanjakan Cae memang rawan kecelakaan.
"Iya memang di sana sering terjadi kecelakaan, di sana memang harus hati-hati. Jalan ini jalan provinsi tapi kami tetap sediakan lampu PJU-nya, marka jalan, dan sebagainya. Ini jadi perhatian kami secepatnya," katanya.
"Sebenarnya kemarin TNI-Polri dan pihak kecamatan sudah membersihkan ada longsoran, sudah kami atasi sejak kejadian sebelumnya. Tapi terjadi lagi (kecelakaan) di tempat itu lagi, memang harus ada penanganan dan tindakan di Tanjakan Cae ini."
Baca: Saksi Beber Detik-detik Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Dengar Ledakan, Lihat Pemandangan Ngeri