Fakta Pembunuhan Selebgram Ari Pratama, Tewas Ditikam Pacarnya Karena Sakit Hati

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nyawa Selebgram Makassar Ari Pratama alias AP tak tertolong usai ditikam seorang wanita bernama AS di Wisma Topaz Panakukang Makassar, Jumat (5/3/2021) dini hari.

4. Pelaku adalah mahasiswi

Informasi dari polisi, pelaku yang bernama Aisyah merupakan mahasiswi semester IV di sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar.

5. Pacaran

Antara pelaku dan korban memiliki hubungan asmara.

Mereka menjalin hubungan asmara sejak 6 bulan lalu.

Namun, entah apa sebabnya, Ari Pratama memilih untuk memutuskan jalinan asmaranya dengan Aisyah.

6. Sakit hati diputuskan

Pelaku AS mengaku dirinya tega menikam Ari Pratama karena korban hendak memutuskan jalinan asmara dengan dirinya.

Pelaku tak terima dan merasa sakit hati.

"Sakit hati, (karena) mau-ka na tinggalkan," kata AS kepada polisi dari Polsek Panakkukang.

Agar jalinan asmara itu tak putus, pelaku pura-pura mengaku hamil, namun korban tetap ingin berpisah.

Itulah pemicu AS sangat sakit hati kepada Ari Pratama.

Saat mereka berduaan di kamar, pelaku pun melampiaskan rasa sakit hatinya kepada korban dengan cara menikam.

Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman, mengatakan, AS menikam Ari Pratama menggunakan sebilah pisau dapur.

"Pelaku menggunakan sebilah pisau menusuk korban (Ari Pratama), hingga korban ditemukan di TKP banyak mengeluarkan darah hingga meninggal dunia," kata Iptu Iqbal Usman.

7. Detik-detik kejadian

Tribun-Timur.com mendapatkan video rekaman detik-detik kejadian dari CCTV Wisma Topaz.

Korban tampak keluar dari kamar dalam kondisi tanpa busana. Di sekitar perutnya menancap pisau.

Dalam kondisi bersimbah darah, dia menuju resepsionis untuk meminta pertolongan.

"Sekitar 1 jam (di kamar), cowoknya (korban) keluar ke lobby tanpa busana sambil berdarah. Dia bilang 'saya ditikam sama cewek'," kata Rony menceritakan kronologis kejadian.

Halaman
123


Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer