Kang Emil, sapaan akrabnya, disebut-sebut bakal diajukan sebagai kandidat ketua umum oleh kubu pro kongres luar biasa (KLB).
Terkait kabar ini, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyuwijaya angkat bicara.
Asep masih berkeyakinan Ridwan Kamil tak akan mau masuk pusaran konflik internal Partai Demokrat.
"Kalau saya secara pribadi, yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak mungkin Kang RK mau masuk ke dalam pusaran tetabuhan para politisi liar itu. Kenapa mereka jadi semakin kerasukan saja ya," ucap Asep saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Rabu (3/3/2021).
Dirinya juga menyinggung ketika Kang Emil menolak tawaran untuk menjadi pengurus Partai Golkar.
Kala itu dirinya memilih untuk fokus mengurus Jabar.
Baca: Ada 1000 Kasus Baru Covid-19 di Jawa Barat, Ridwan Kamil Tambah 3000 Ruang Isolasi
Baca: Dipecat, Jhoni Allen Tegaskan SBY Bukan Pendiri Demokrat, Cuma Sumbang Rp 100 Juta saat Pemilu 2004
"Saya denger Kang RK (Ridwan Kamil) itu ditawarin jadi pimpinan partai di Jabar saja enggak mau, apalagi di fait acompli. Jadi, Insya Allah, saya yakin Kang Emil tidak akan terjebak," ujarnya.
Sebelumnya, salah satu pendiri Partai Demokrat, Darmizal mengungkapkan, sudah ada banyak nama yang diwacanakan untuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam daftar yang ia sebut, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko termasuk satu di antaranya.
Selain itu, ada pula nama Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Gubernur Jabar Ridwan Kamil hingga Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor, Gubernur Kaltim. Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," ujar Darmizal.
Jhoni Allen Tuding SBY Rekayasa Kongres Partai Demokrat Biar AHY Bisa Jadi Ketum
Diberitakan sebelumnya, mantan kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun juga angkat bicara soal konflik di tubuh Partai Demokrat.
Dia menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sengaja merekayasa kongres Partai Demokrat 2020.
Hal itu ia sampaikan setelah dirinya dipecat dari Partai Demokrat, lantaran diduga terlibat kudeta Partai Demokrat.
Menurut Jhoni Allen, hal itu dilakukan SBY untuk memuluskan jalan Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) jadi ketua umum.
Tak hanya Kongres V.
Kongres IV Surabaya pada 2018 juga tak luput dari rekayasa SBY, klaim Jhoni Allen.
"Pada Kongres keempat 2018 di Surabaya, SBY merekayasa jalannya kongres agar dia menjadi calon tunggal sebagai Ketua Umum Partai Demokrat."