Kisah Busairi, Siswa SLB Umur 30 Tahun yang Semangat Belajar, Tiap Hari Bawa Rapor dan Iqra

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyandang Tuna Grahita, Busairi yang masih semangat belajar di usianya yang menginjak 32 tahun.

"Sampai saya bilang jangan dibawa terus, tinggal aja ya di rumah. Masih juga dibawa sampek lecek," Kata Puteri, Senin (1/3/2021).

Sosok Busairi

Diketahui, Busairi merupakan penyandang tuna grahita, yang memiliki gangguan masalah intelektual.

Sehingga orang tersebut memiliki kecerdasan di bawah rata-rata orang normal dan di bawah usianya.

Penyandang Tuna Grahita, Busairi yang masih semangat belajar di usianya yang menginjak 32 tahun.

Puteri menuturkan, pertama kali bertemu Busairi saat ia menjadi wali kelas.

Di antara siswa yang lain, Busairi adalah siswa tertua yang pernah Puteri ajar.

"Muridnya itu kalau yang sudah pernah saya ngajar paling tua itu Bapak Busairi itu 32 tahun. Ada juga yang umur 23 tahun dia SMP," kata Puteri.

Mengapa bisa demikian, karena mereka waktu kecilnya tidak disekolahkan tepat waktu.

Yang Puteri ketahui orang tua mereka menunda sekolah.

Busairi sudah pernah sekolah SD, tapi karena semangat belajarnya yang tinggi ia jadi ingin kembali bersekolah.

Kegiatannya di sekolah juga sama seperti siswa biasa.

"Kegitan Busairi sama seperti anak biasa, sekolah, olahraga," ucap Puteri.

Baca: Viral Pengendara Moge Ditendang Paspampres di Ring 1, Kini Klarifikasi Minta Maaf di Instagram

Baca: Viral Kakek Tunarungu Simpan Berkarung-karung Uang di Rumahnya, Ternyata Ini Pekerjaannya

Dalam belajar Busairi juga tidak mempunyai mata pelajaran kesukaan atau yang fokus ditekuni.

"Busairi enggak ada pelajaran yang fokus ditekuni, semua dia mau belajar. Kalau dia lebih diajari nulis, berhitung. Karena kalau lebih tinggi dari itu dia enggak ngerti."

"Nulis aja kita ajari belum bisa-bisa. Kalau guru ajarin nulis, dia semangat banget nulisnya sampai selembar penuh ditulisin."

"Tapi ya nulisnya asal-asal gitu. Pernah saya suruh nulis sampai dua lembar, dia nulis enggak berhenti-berhenti. Baru saya bilang enggak usah nulis lagi," ujar Puteri.

Saat diberi tugas untuk menulis di rumah pun Busairi dengan senang dan semangat mengerjakannya.

Namun, memang yang ditulis Busairi selalu sama hanya itu-itu saja.

"Kemarin itu pernah saya bilang, di rumah nulis juga ya. Yaudah dia nulis juga sampai selembar gitu penuh. Tapi yang dia tulis sama, gitu-gitu aja," tutur wanita asal Aceh ini.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Busairi, Siswa SLB yang Tetap Semangat Bersekolah, Bawa Rapor dan Iqra Tiap Hari hingga Lecek



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer