Karena kotor, SB mengembalikan galon yang telah diantar korban.
"Emosi ku rasa, karena (galonku) tidak dikasih kembali selama empat hari," kata SB saat diperiksa penyidik.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli menuturkan, SB sempat menghubungi korban selama empat hari, namun Marsel tak kunjung datang.
Kemarahan pelaku memuncak saat melihat korban mengantarkan galon di sekitar rumahnya.
SB menikam korban menggunakan sebilah badik sebanyak satu kali di bagian jantung.
"Pelaku ini pelanggan korban. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan," kata Ramli.
Ramli menambahkan, pria berusia 43 tahun itu sempat mengaku sebagai wartawan ketika hendak ditangkap.
Baca: Seorang Pria Tewas Diterkam Ayam Milik Sendiri, Kakinya Sudah Dipasang Pisau untuk Sabung Ayam
Baca: Tak Terima Celananya Dipeloroti, Junaidi Tusuk Sahabat Sejak Kecil hingga Tewas, Ini Kronologinya
"Ada kartu pengenal yang ditemukan anggota saat melakukan pencarian barang bukti senjata tajam jenis badik di rumahnya," ujar Ramli.
Polisi mengamankan sebilah badik yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.
"Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Marcel tewas usai ditikam pelanggannya, Senin (14/9/2020) siang.
Kejadian ini sempat membuat warga panik. Salah satu saksi, Syamsuddin (41) mengatakan, korban sempat dipukul sebanyak tiga kali sebelum ditikam pelaku.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berawal Saling Tatap, 2 Pemuda di Banjarmasin Tikam Mahasiswa hingga Tewas"