Selain itu, “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” juga menyabet 10 kategori di 15 nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2018 silam.
Film berdurasi 90 menit ini mengangkat tema yang tidak biasa.
Film ini lekat dengan nuansa emansipasi wanita. Kental dengan budaya Sumba, “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” berkisah tentang perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi tujuh perampok pria di rumahnya.
Film ini bercerita tentang seorang janda bernama Marlina yang rumahnya didatangi oleh kawanan perampok yang terdiri atas tujuh orang pria.
Mereka ingin mengambil harta dan kehormatan Marlina di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi di rumahnya.
Seorang diri, Marlina harus menyelamatkan dirinya.
Baca: FILM - Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Baca: 4 Rekomendasi Film Animasi Pendek di Netflix, If Anything Happens I Love You hingga Sol Levante
Karya sutradara Kamila Andini ini berhasil meraih penghargaan sebagai film terbaik dalam ajang bergengsi Berlinale International Film Festival 2018 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman.
“Sekala Niskala” juga berhasil turut ditayangkan di Toronto International Film Festival.
Film yang memiliki judul internasional “The Seen and Unseen” ini diproduksi oleh Fourcolour Films dan Treewater Production dan kental dengan budaya Bali.
Selain penghargaan di Berlin, film drama ini juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan lainnya seperti Film Remaja Terbaik dalam Asian Pasific Screen Award, Film Terbaik dalam Tokyo FilmEx, dan Film Terbaik dalam Festival Film Asia Netpac Jogja (JAFF).
Film ini mengangkat tema surealis yang kental dengan budaya Bali. “Sekala Niskala” bercerita tentang dua anak kembar bernama Tantri dan Tantra yang kehidupannya sarat dengan budaya spiritual khas masyarakat Bali.
Konflik terjadi saat Tantri mengetahui bahwa kembarannya memiliki penyakit berbahaya.
Tantra kehilangan kemampuan inderanya secara perlahan akibat otaknya yang mulai lemah.
Dua anak kembar ini kemudian menjalin komunikasi melalui dunia lain.
Baca: FILM - Sekala Niskala
Baca: Para Pemain Bagikan Cerita Menarik di Balik Layar Drakor Hello, Me! Kini Sudah Tayang di Netflix
Film ini kembali mempertemukan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra.
Bedanya, dalam film ini mereka tidak berperan sebagai sepasang kekasih seperti dalam film “Ada Apa Dengan Cinta?”.
“Aruna dan Lidahnya” merupakan karya sutradara Edwin yang diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak dengan judul sama.
Film ini mengangkat tema kuliner Indonesia yang dihubungkan dengan persahabatan.