Info Terkini Kudeta Myanmar: Ratusan Pengunjuk Rasa Gunakan Ritual Santet dan Kutukan

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjuk rasa penentang kudeta militer Myanmar menginjak-injak boneka anyaman berwarna hijau mirip tentara setelah tetua-tetua mereka mengucapkan rapalan untuk mengutuk dan menyantet junta militer Myanmar yang mengambil alih kekuasaan 1 Februari lalu

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi menentang kudeta di Myanmar meluas dan sejumlah pengunjuk rasa bahkan menggunakan ritual tertentu dalam aksinya.

Di kota kuno Bagan pada Kamis, (18/02/2021), terlihat ada ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul untuk menjalankan sebuah ritual.

Ritual itu untuk memohon kepada kekuatan yang lebih tinggi dalam pertempuran mereka melawan militer Myanmar, dilansir dari Kompas TV yang mengutip Associated Press.

Mereka bersama-sama menuju kuil abad ke-13 di situs kuno kota Bagan untuk mengutuk orang yang memimpin penggulingan pemerintahan, yakni Jenderal Min Aung Hlaing.

Pengunjuk rasa mengunggah informasi mengenai jalannya unjuk rasa yang dilaksanakan di kota kuno itu di Facebook.

Dalam unggahan itu, terlihat ada sejumlah orang yang membawa baskom-baskom berisi sesajen buah-buahan dan benda lain, serta patung anyaman hijau kecil yang menyerupai tentara.

Baca: Protes Kudeta Militer Terus Berlanjut, Rakyat Myanmar Ejek Tank Militer yang Patroli

Lebih dari seribu masyarakat Myanmar pergi ke kuil kuno di wilayah Bagan untuk menyantet junta militer yang mengambil alih kekuasaan di Myanmar 1 Februari lalu (Kompas TV/Facebook/Winminoo BAGAN))

Para peserta berdiri dengan hormat saat mantra-mantra dan sederet rapalan dibacakan menggunakan pengeras suara.

"Kudeta militer itu ilegal. Alasan mereka adalah kebohongan. Saya mengatakan yang sebenarnya," kata pemimpin ritual upacara tersebut.

"Kami berharap orang yang bertanggung jawab atas kudeta itu runtuh dan mati dalam penderitaan yang luar biasa!" ujarnya, merujuk kepada Jenderal Senior Min Aung Hlaing. 

Ritual itu kemudian berakhir saat mereka yang hadir menginjak-injak patung-patung kecil berwarna hijau itu di tanah.

Lokasi kutukan telah mereka pilih dengan cermat, yaitu di kuil Htilominlo, yang dikaitkan dengan para pemimpin nasional selama berabad-abad.

Baca: Rakyat Myanmar Was-was, Militer Bebaskan 23 Ribu Tahanan, Kerahkan Preman untuk Buat Kerusuhan

Min Aung Hlaing sendiri dilaporkan pergi ke kuil itu setahun yang lalu, untuk mencari berkah.

Bagi masyarakat yang lebih sekuler, upacara tersebut mungkin tampak tidak masuk akal, tetapi tidak di Myanmar.

Myanmar adalah negara yang sangat tradisional dan memiliki kepercayaan yang tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai hal-hal ghoib dan supernatural.

Di antara yang paling percaya takhayul adalah para pemimpin militer yang terkenal sangat mendapat pengaruh pernujuman, numerologi, dan astrologi.

Situs arkeologi Bagan adalah situs Warisan Dunia UNESCO, dengan ribuan kuil berusia ratusan tahun tersebar di dataran berdebu.

Saat ini puluhan bangunan kuno di Bagan rusak akibat gempa bumi tahun 2016.

Baca: Warga Myanmar Lawan Kudeta dengan Mogok Kerja, Militer Siapkan Sanksi untuk PNS yang Ikut-ikutan

Militer bebaskan 23.000 tahanan dan kerahkan preman

Rakyat Myanmar semakin resah dengan tindakan junta militer.

Selain itu, muncul kabar bahwa militer telah mengerahkan preman untuk menciptakan kerusuhan.

Halaman
12


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer