Selain membeli 176 mobil baru, ratusan warga di Desa Sumergeneng, diketahui juga membeli tanah dan membangun rumah.
Namun, jarang warga yang menggunakan uang dari hasil penjualan tanah itu untuk membuat usaha.
"Warga yang menggunakan uangnya untuk usaha sangat minim. Jadi, jangan heran kalau di kampung sini cari warung makan aja susah," ujar Gihanto.
Baca: Pemain Voli Kembar Timnas Korea Selatan Diskorsing setelah Diketahui Jadi Pem-bully Semasa Sekolah
Baca: Cek Daftar Harga Mobil Honda yang Dapat Insentif Pajak 0 Persen
Baca: Bingung Cari Hadiah untuk Teman? 7 Tanaman Hias Ini Bisa Menjadi Alternatif Pilihan
Adapun proyek yang membuat warga desa menjadi miliader yakni pembangunann kilang minyak NGRR Pertamina.
Pembangunan itu menelan dana 15 hingga 16 miliar dollar AS atau sekitar Rp 225 triliun.
Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2024 dengan luas mencapai 1.050 hektar.
Rinciannya, 821 hektar lahan darat dan sisanya lahan reklamasi laut.
Untuk kebutuha lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu enam bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani satu bidang, dan di KLHK satu bidang.
Baca: Disangka Sudah Dieksekusi, Istri Kim Jong Un Ternyata Masih Hidup, Muncul Setelah Hilang Setahun
Baca: Banyak Warga Stres dan Terisolasi selama Pandemi, PM Jepang Tunjuk Menteri Kesepian, Ini Tugasnya
Baca: Pemain Voli Kembar Timnas Korea Selatan Diskorsing setelah Diketahui Jadi Pem-bully Semasa Sekolah
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "225 Warga Desa Mendadak Jadi Miliarder, Borong Mobil Baru hingga 176 Unit secara Bersamaan"
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain Borong 176 Mobil, Ini yang Dilakukan Ratusan Warga Desa dengan Uang Miliaran Rupiah yang Didapat"