China Tolak Beri Data Mentah 174 Kasus Covid Pertama di Wuhan pada WHO Tapi Tak Mau Disalahkan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim WHO saat menyelidiki pasar di Wuhan, China. China tidak mau memberikan 174 kasus awal covid-19 di Wuhan, namun tak mau disalahkan atas pandemi global covid.

Ia menjelaskan data mentah yang dimaksud biasa disebut 'daftar tabel wabah.'

Biasanya, data itu akan dianonimkan.

Isinya berupa detail detail seperti pertanyaan apa yang diajukan kepada pasien, tanggapan mereka dan bagaimana tanggapan itu dianalisis.

"Itu (permintaan data mentah kepada China-red) praktik standar untuk penyelidikan wabah," katanya kepada Reuters pada Sabtu (13/2/2021) waktu setempat melalui panggilan video dari Sydney, di mana dia saat ini sedang menjalani karantina.

Menurutnya, data awal tersebut sangat penting.

Baca: Misteri Asal-usul Virus Corona, WHO: Mungkin Berasal dari Makanan Beku

Baca: Rencana Perang China Bocor, Ingin Satukan Wilayah Dinasti Qing, Rusia Jadi Target tapi Tak Berkutik

Petugas medis tampak sibuk di awal-awal pandemi di Wuhan. Kota Wuhan di Provinsi Hubei China menjadi episentrum pandemi virus corona pada tahap awal pada tahun 2020. (REUTERS VIA ALJAZEERA)

Pasalnya hanya setengah dari 174 kasus yang terpapar di pasar Haunan.

"Itu sebabnya kami terus meminta itu," kata Dwyer.

"Mengapa data itu tidak diberikan, saya tidak bisa berkomentar. Apakah itu politik atau soal waktu atau sulit ... Tetapi apakah ada alasan lain mengapa data tidak tersedia, saya tidak tahu. Satu hal kami hanya bisa berspekulasi."

Muncul Spekulasi WHO Tutupi Fakta Covid-19

Hasil penelitian tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Wuhan memicu kemarahan publik.

WHO mengakui kegagalan mereka dalam mengidentifikasi sumber asal virus corona, sebagaimana diberitakan The Sun, Selasa (9/2/2021).

Bahkan pernyataan mereka seakan mendukung klaim Partai Komunis China, bahwa virus corona bukan berasal dari kecelakaan laboratorium.

Anggota parlemen Tobias Ellwood, ketua komite Pertahanan, mengatakan kepada The Sun Online: "Ini sepenuhnya menutupi."

"Mengingat kehancuran ekonomi global dan jumlah kematian yang disebabkan pandemi ini - tidak pernah lagi negara yang bertanggung jawab atas wabah dibiarkan menghalangi penyelidikan internasional selama 12 bulan penuh."

Rezim Partai Komunis telah lama dituduh menutupi asal-usul pandemi dan terus berusaha untuk menangkis kesalahan.

Ilmuwan WHO muncul bersama rekan-rekan China mereka saat mereka meragukan pasar basah Wuhan sebagai sumber corona.

Mereka juga menolak kemungkinan kebocoran laboratorium, mengatakan hal itu "sangat tidak mungkin".

Dr Peter Ben Embarek, kepala misi WHO, mengatakan: "Hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin menjelaskan masuknya virus ke dalam populasi manusia.

"Oleh karena itu tidak ada dalam hipotesis yang akan kami sarankan untuk penelitian di masa depan."

Sebaliknya, tim tersebut menawarkan penjelasan spekulatif termasuk kemungkinan lompatan dari hewan ke manusia di tempat lain, atau bahkan mungkin telah melewati batas makanan beku.

Baca: Hasil Penyelidikan WHO: Virus Covid Mungkin Tidak Berasal dari Wuhan, Tak Ada Bukti Kuat

Baca: WHO: Varian Baru Virus Corona yang Lebih Menular Telah Menyebar Cepat di Puluhan Negara

Foto yang diambil pada 16 Januari 2021 ini menunjukkan warga yang menjalani tes virus Corona Covid-19 di pusat pengujian sementara di dalam kompleks perumahan di Shijiazhuang, di Provinsi Hebei Utara, sebagai bagian dari program pengujian massal setelah provinsi tersebut menyatakan "keadaan darurat". (STR / CNS / AFP) / China OUT)
Halaman
123


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer