China Mulai Serang Taiwan, Tegaskan Kemerdekaan Harus Dibayar dengan Perang, AS Sudah Jelas Berpihak

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018).

Hubungan yang memburuk juga mempengaruhi area lain, termasuk tindakan keras AS terhadap perusahaan teknologi China dan pencabutan visa pelajar China.

Baca: Para Aktivis Mengutuk Tindakan Genosida terhadap Minoritas Muslim Uighur di China

Beijing memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, bersumpah untuk suatu hari akan merebutnya, sementara banyak orang Taiwan menginginkan negara yang terpisah.

Seperti kebanyakan negara, AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.

Di masa lalu AS menjalankan kebijakan "ambiguitas strategis" untuk menyeimbangkan kemunculan China sebagai kekuatan regional dengan kekaguman atas keberhasilan ekonomi dan demokratisasi Taiwan.

Sebagai pemasok senjata Taiwan, AS sejauh ini merupakan teman dan satu-satunya sekutu terpenting negara itu.

Tetapi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS semakin meningkatkan dukungannya untuk mereka.

Baca: Salahkan India Soal Konflik Perbatasan, China Desak Narendra Modi Patuhi Kesepakatan Kedua Negara

Ketika seorang anggota kabinet AS bertemu dengan Presiden Tsai di Taipei bulan lalu, China menanggapi dengan marah.

"Kami mendesak AS… untuk tidak mengirimkan sinyal yang salah kepada elemen 'kemerdekaan Taiwan' untuk menghindari kerusakan parah pada hubungan China-AS," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri pada saat itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer