Rencana Perang China Bocor, Ingin Satukan Wilayah Dinasti Qing, Rusia Jadi Target tapi Tak Berkutik

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018).

Jika Mongolia Luar dapat kembali ke China dengan damai, tentu saja itu adalah hasil terbaik; tetapi jika Cina menghadapi intervensi atau perlawanan asing, Cina harus bersiap untuk mengambil tindakan militer.

Model Taiwan dapat berguna dalam hal ini: memberikan ultimatum dengan tenggat waktu di Tahun 2045.

6. Mengambil Tanah yang Hilang dari Rusia 2055-2060

Hubungan China-Rusia mungkin baik-baik saja, namun hubungan iitu disebut hanya sebagai bentuk ketakutan Rusia.

Mereka tak bisa banyak berkutik.

Sekalipun sudah tahu rencana China, mereka menyadari tidak ada sekutu yang lebih baik untuk melawan AS, kecuali Tiongkok sendiri.

Jika lima perang di atas dimenangkan China tahun 2050, Tiongkok akan merebut tanah berdasarkan domain Dinasti Qing, dengan kampanye propaganda.

Di mana Rusia berpotensi menjadi musuh besar China, karena menduduki seratus enam puluh juta kilometer persegi tanah, setara seperenam daratan China.

(TribunnewsWiki.com/Intisari Online/Afif Khoirul M )

Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul Merinding, Surat Kabar China Ini Bocorkan 6 Rencana Perang China Dalam 50 Tahun ke Depan, Di Antaranya Sudah Mulai Terbukti Hari Ini!



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer