Diketahui angka kesembuhan termasuk rendah di bawah rata-rata nasional di kisaran 78-79 persen saat belum diberlakukannya PPKM.
Untuk angka kematian masih di atas angka nasional sekitar 4,5 persen.
2. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono
Budhi mengklaim, secara pribadi setuju dengan gerakan tersebut menekan laju penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.
Namun, Bnajarnegara tidak akan menerapkan program tersebut.
"Kalau saya pribadi setuju, karena saya terima gaji, terima tamsil. Kalau rakyat yang kerja hari ini untuk makan hari ini otomatis enggak setuju. Jadi ada pro dan kontra, kita harus bijak," ujar Budhi.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyatakan akan berpegang pada Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri soal Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Oleh sebab itu, Pemkab Banjarnegara juga akan memberikan kelonggaran saat penerapan gerakan " Jateng di Rumah Saja" pada 6-7 Februari 2021 nanti.
Hal ini diterangkan Budhi dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021).
"Itu (gerakan " Jateng di Rumah Saja") kan SE Gubernur, sebelumnya sudah ada SE dari kementerian, yang SE kementerian harus kita hormati, karena lebih tinggi," kata Budhi.
Walaupun tak menerepakan " Jateng di Rumah Saja", Budhi tetap menghormati kebijakan dari Gubernur Jateng.
Baca: Surat Edaran Jateng di Rumah Saja Terbit, Aktivitas di Sektor Esensial Diperbolehkan
Baca: Ganjar Akan Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja: Masyarakat Diminta Tidak Keluar Rumah 2 Hari
"Kami ambil poin C yang tertera di surat edaran Gubernur, kami akan memanfaatkan kearifan lokal. Jadi yang mau buka toko silakan, yang tidak buka silakan, tapi yang jelas protokol kesehatan harus diterapkan," kata Budhi.
Budhi juga menerangkan tidak dapat serta merta menerapkan gerakan "Jateng di Rumah Saja".
"Pedagang pasar, pemulung, tukang becak, yang mencari uang hari ini untuk makan hari ini, kalau dihentikan dua hari tanggung jawab kita gimana?," kata Budhi.
Keputusan penerapan kebijakan " Jateng di Rumah Saja", kata Budhi, terlalu tergesa-gesa.
"Sebagai pelayan rakyat, kalau mau menghentikan dua hari, kita hitung berapa orangnya, kita inventarisir, kita kasih (uang) dulu, baru kita tentukan waktunya, ini uang untuk makan Sabtu dan Minggu," kata Budhi.
3. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen
Melalui rapat dengan jajaran Forkopimda dan dinas lintas sektoral, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan keputusan untuk tidak menerapkan " Jateng di Rumah Saja", Kamis 4 Februari 2021.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Bupati Sragen menjelaskan tindakan tersebut boleh dilakukan.
Hal ini karena SE oleh Gubernur Jawa Tengah perihal Jateng di Rumah Saja bersifat permintaan.