Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Belasan Kali, Boyolali Diguyur Hujan Abu Tipis

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Laporan pengamatan guguran dan awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 20 Januari 2021 pukul 00.00—06.00 WIB. Teramati 47x guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1000 m ke arah barat daya.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20 m di atas puncak kawah.

Secara meteorologi, cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur, tenggara, dan selatan. Suhu udara 13-20 °C, kelembaban udara 74-96 persen, dan tekanan udara 567-685 mmHg.

Adapun aktivitas kegempaan yang terjadi dalam periode tersebut di antaranya 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 6-30 mm dan durasi 12-125 detik serta 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 12 mm, S-P 1 detik, dan durasi 62 detik.

Status Gunung Merapi saat ini masih belum berubah, yakni siaga (level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik mengungkapkan, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tuturnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul BPPTKG: Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Sejauh 1,2 Km, Dilaporkan Hujan Abu Tipis

(TribunnewsWiki.com/Kompas.com/Nur) (TribunJogja/Maruti Asmaul Husna)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer