Warga Indonesia Pernah Positif Covid-19 Tak Masuk Program Vaksin Pemerintah, Ini Penjelasan Kemenkes

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi vaksinasi Covid-19.

Sementara, pemerintah sudah mampu mengamankan sebanyak 325 juta dosis vaksin.

Pemerintah juga memiliki opsi pengadaan vaksin sebesar 300 juta dosis vaksin.

"Jadi kita sudah punya secure production facility yang (sekitar) 600 juta dosis."

"Kenapa ada opsi? Karena salah satu sumber kita itu multilateral dari GAVI," ungkap Budi, Jumat (22/1/2021).

GAVI merupakan kemitraan kesehatan global publik dan swasta yang bertujuan meningkatkan akses imunisasi di negara-negara miskin.

GAVI terafiliasi dengan WHO.

Menurut Budi, opsi pengadaan vaksin dengan GAVI bersifat gratis. Namun, kuota yang disediakan belum pasti.

"Jadi antara 18 juta dosis sampai 100 juta dosis," ujar Budi.

Apabila distrbusi dari GAVI mampu menyediakan sekitar 100 juta dosis, maka sisa kuota untuk kebutuhan vaksin Covid-19 sudah terpenuhi.

Namun, apabila ketersediaan dari GAVI tidak sampai 100 ribu dosis, pemerintah akan mengupayakan tambahan dari proses pembelian kerja sama bilateral dengan sejumlah produsen vaksin di dunia.

Vaksin Covid-19 tidak efektif akibat dua hal ini

Namun, ada beberapa kondisi yang perlu dihindari supaya efektivitas vaksin Covid-19 tidak mengalami penurunan.

Kondisi yang terkait yakni adalah depresi dan stres si penerima vaksin Covid-19.

Mengutip dari Best Life, fakta tersebut berasal dari hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari Institute for Behavioral Medicine Research di Ohio State University College of Medicine.

Baca: Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Pfizer Sukses di Israel, Pasien Positif Usia 60-an Turun hingga 60%

Stres dan depresi dapat mengubah kemampuan respons imun tubuh.

Padahal, stres dan depresi bisa terjadi, setiap hari, kapan saja dan dimana saja juga terhadap siapapun.

Beban kerja, masalah atau konflik baik itu psikis atau fisik yang hampir setiap saat dirasakan manusia tentu memperbesar peluang stres dan akan menjadi depresi jika terjadi berlarut-larut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021). (Dok Pemkab Sleman)

Artinya, efektivitas vaksin virus corona bisa terganggu. Pada beberapa kasus, individu yang stres dan depresi membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan respons imun terhadap infeksi virus corona.

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir karena hal itu masih bisa diatasi.

Melansir Best Life, Anda masih bisa mempertahankan efektivitas vaksin Covid-19 dengan memiliki waktu tidur yang cukup sebelum mendapat suntikan vaksin virus corona.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer