Pabrik Vaksin Covid-19 Terbesar yang Ada di India Terbakar, 5 Orang Dilaporkan Tewas

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pabrik vaksin Covid-19 terbesar yang ada di India terbakar (AFP via The Sun)

"Kami meluncurkan program vaksinasi terbesar di dunia dan itu menunjukkan kepada dunia kemampuan kami," kata Modi pada Sabtu (16/1/2021).

Baca: WHO Prediksi Pandemi Covid-19 Bukan yang Terbesar, Sebut Pandemi Berikutnya Bakal Lebih Mematikan

Baca: Cara Inggris Atasi Covid-19: Warga yang Positif Corona Dibayar Rp 9,6 Juta untuk Isolasi Mandiri

Ia menambahkan bahwa India sangat siap untuk memvaksinasi penduduknya dengan bantuan sebuah aplikasi, yang akan membantu pemerintah melacak perjalanan dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai "propaganda dan rumor tentang keamanan vaksin".

"Saya ingin memberi tahu orang-orang bahwa persetujuan untuk vaksin ini diberikan hanya setelah para ilmuwan dan ahli merasa puas tentang keamanannya," katanya.

Diperkirakan 10 juta pekerja kesehatan akan divaksinasi pada putaran pertama, diikuti oleh polisi, tentara, pemerintah kota dan pekerja garis depan lainnya.

Baca: India Siap Keluarkan Izin Pemakaian Vaksin Pasca-Uji Coba AstraZeneca dan Sputnik V

Baca: Tim Pilot Wanita Ini Berhasil Selesaikan Penerbangan Komersial Terpanjang di India, Begini Kisahnya

Tenaga medis yang memakai APD mengambil sampel apus seorang wanita di Nashik, India, pada 13 September 2020. India menjadi negara dengan tambahan kasus Covid-19 harian terbanyak di dunia. (INDRANIL MUKHERJEE / AFP)

Para pekerja kesehatan akan menjadi pihak pertama yang disuntik vaksin covid-19.

Baris berikutnya adalah orang yang berusia di atas 50 dan siapa saja di bawah 50 dengan kondisi kesehatan yang serius.

Daftar pemilih India, yang berisi rincian sekitar 900 juta pemilih, akan digunakan untuk mengidentifikasi penerima yang memenuhi syarat.

Pemerintah berencana memvaksinasi 300 juta orang pada awal Agustus.

Ini akan terjadi di pusat perawatan kesehatan yang dikelola negara, sekolah, perguruan tinggi, aula komunitas, kantor kota dan aula pernikahan.

(Tribunnewswiki.com/ AMi Heppy S)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer