Hingga pada akhir 2019, ia mendapat kabar bahwa DJ meninggal dunia di Cikalongkulon.
"Saya percaya saja dengan informasi itu. Lagi pula memang kondisinya sudah memprihatinkan," ucapnya.
Akan tetapi, lagi-lagi Dede dibuat kaget untuk yang kedua kalinya setelah mendapat informasi bahwa DJ masih hidup dan saat ini berada di Cipanas.
Berdasarkan informasi tersebut, DJ ada di Kampung Balakang Sindanglaya, Cipanas, sebagai gelandangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Baca: Lebih Dari 19 Ribu Warga Mengungsi Akibat Gempa Sulbar, 81 Orang Meninggal, 253 Luka Berat
Baca: 29 Orang Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Norwegia Ingatkan Bahaya Pfizer untuk Orang Tua
Tak percaya begitu saja, Dede lantas mengutus rekannya untuk ke lokasi guna mengecek kebenaran dari informasi tersebut.
"Saya minta divideoin. Ternyata benar, dia. Saya kroscek ke ketua RT setempat yang kebetulan saya kenal, juga membenarkannya,” kata Dede.
Ia pun meminta rekan-rekannya untuk memantau aktivitas DJ.
"Tadinya mau hari ini saya ke sana, menemuinya. Namun urung, karena badan sedang kurang sehat,” ucapnya.
Dede sendiri mengaku mengenal sosok DJ sejak 2013.
DJ yang memiliki riwayat gangguan mental diberdayakan di rumah singgah sampah Cipanas yang dikelolanya sebagai petugas kebersihan desa.
Namun, karena sering sakit-sakitan, DJ diistirahatkan dari pekerjaannya pada 2016, dan pada 2017 ia sempat menikah dengan seorang perempuan asal Pasir Cina Pacet.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa Jasadnya"