Namun, bentuk pertanggungjawabnya dinilai tidak memuaskan.
"Masak mau mengganti uangnya dengan mencicil Rp 20 ribu. Itu juga tidak ke semua anggota arisan dia bilang begitu," ujarnya.
Baca: Bos Arisan Menghilang setelah Terima Uang Setoran Rp500 Juta - Rp3 Miliar, Rumahnya Digeruduk
Baca: Gelar Pesta Pernikahan Hingga Terjadi Kerumunan, Pria di Bojonegoro Jadi Tersangka
Namun di sisi lain, Mia mengaku arisan yang dikelolanya macet karena orang-orang yang sudah menang arisan kabur dan tidak mau lagi membayar setoran arisan.
Hal itu terjadi pada Agustus 2020.
"Pas bulan itu orang-orang yang sudah mendapat arisan tiba-tiba menghilang dan memblokir nomor hp saya," kata Mia, Rabu (20/1/2021).
Hal ini berdampak pada tidak lancarnya iuran arisan yang sejatinya dibayarkan oleh anggota yang kabur.
"Sehingga arisannya macet dan yang iuran cuma sedikit," ujarnya.
Mia mengatakan, dirinya membuka arisan By Wida pada 15 Maret 2020.
Saat memulai arisan, Mia membuat dua grup WhatsApp yang masing-masing beranggotakan 127 orang dan 147 orang.
"Dari 274 anggota yang tergabung dalam grup tersebut hanya 55 orang yang aktif," tuturnya.
Awalnya, arisan berjalan lancar, tapi pada Agustus 2020, arisan mulai macet.
Mia mengaku, ia mengalami kerugian hingga Rp 245 juta karena harus mengganti uang para anggota arisan yang belum dibayar.
Hingga saat ini, Mia mengaku sudah membayar kepada 30 anggota.
Sisanya, masih 25 orang yang belum dibayar oleh Mia.
"Sekarang sisa 25 orang saja yang masih saya usahakan untuk membayarnya," ujarnya.
Karena sebagian peserta arisan yang sudah menang kabur, Mia mengaku mengalami kerugian Rp 245 juta.
"Total kerugian yang saya alami mencapai Rp 245 juta, jadinya saya yang tombok," paparnya.
Ia pun membantah total kerugian arisan yang disebut mencapai 1 miliar.
Baca: Viral Bule Belanda Jual Mie Ayam Telolet di Jogja, Harga Mulai Rp 7 Ribu Per Porsi
Baca: Viral Truk dan Mobil Polisi Kejar-kejaran di Tol, Sopir Truk Ngebut Zig-zag Saat Diminta Berhenti
Versi Mia, kerugian arisan sebesar Rp 450 juta dengan jumlah 55 orang.