Donald Trump Obral Grasi Jelang Lengser, Pemohon Harus Bayar Puluhan Ribu Dolar untuk Lobi Presiden

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Presiden Donald Trump berbicara pada rapat umum kampanye di Atlantic Aviation pada 22 September 2020 di Moon Township, Pennsylvania.

Di sisi lain, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Trump sendiri ditawari uang sebagai imbalan grasi.

The New York Times melaporkan awal bulan ini bahwa Trump telah secara terbuka membahas upaya Trump untuk mengampuni dirinya dan anak-anaknya yang sudah dewasa.

Jika benar, maka ini tentu kali pertama seorang presiden aktif "Negeri Uncle Sam" bisa memberikan grasi bagi dirinya.

Baca: Pendukung Belum Rela Trump Lengser, FBI Takut Pendemo Bersenjata Serbu DPR saat Pelantikan Biden

Pentagon Enggan Selenggarakan Upacara 21 Meriam untuk Trump

Donald Trump akan segera meninggalkan Gedung Putih karena masa jabatannya telah habis.

Media Lokal AS melaporkan pada pekan lalu, tak akan ada penghormatan 21 senjata yang akan mewarnai acara perpisahan Donald Trump.

Diberitakan Tribunnews, alasannya Trump dianggap melakukan pelanggaran tradisi.

Pentagon dikabarkan telah menolak permintaan pemerintah untuk menggelar upacara bergaya militer tradisional.

Upacara perpisahan untuk Trump akan digelar pada Rabu pagi (20/1/2021) waktu setempat, sebelum Presiden terpilih Joe Biden mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden AS berikutnya.

Trump sendiri mengatakan tak akan datang ke acara pelantikan.

Karenanya, Wakil Presiden Mike Pence diharapkan menghadiri acara tersebut untuk mewakili Trump.

Joe Biden Senang Donald Trump Tak Datang

File foto yang diambil pada tanggal 28 Juli 2020 calon presiden dari Partai Demokrat AS dan mantan Wakil Presiden Joe Biden tersenyum saat ia berbicara selama acara kampanye di William "Hicks" Anderson Community Center di Wilmington, Delaware. Donald Trump akhirnya menyerah dan mengakui kekalahannya namun masih yakin menang bila sejumlah gugatannya diterima. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Sementara Joe Biden mengaku senang dengan keputusan Donald Trump yang tak menampakkan batang hidungnya.

Biden bahkan menyebut bahwa keputusan Trump tersebut adalah salah satu dari sedikit keputusan yang dia sepakati.

"Itu hal yang baik, dia tidak muncul," kata Biden kepada wartawan Wilmington, Delaware, AS, pada Jumat (8/1/2021).

Biden beranggapan, tindakan Trump akhir-akhir ini telah keterlaluan dan diluar batas.

"Dia bahkan melampaui anggapan terburuk saya tentangnya. Dia telah mempermalukan negara, mempermalukan kita di seluruh dunia. Dia tidak layak memegang jabatan itu," tutur Biden.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS"

(TribunnewsWiki.com/Nur) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer