Pesawat Tempur Israel Hujani Palestina dengan Serangan Udara, Klaim Diserang Roket Lebih Dulu

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO ILUSTRASI Serangan Udara Israel: Kobaran api terlihat menyusul serangan udara tentara Israel di kota Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan, pada awal 22 November 2020, merespons serangan roket yang ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza pada Sabtu 21 November malam, lapor militer Israel.

Situasi mulai memanas menyusul perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab.

Tak hanya serangan, warga Palestina juga melakukan demonstrasi, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ratusan warga Palestina unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Selasa (15/9/2020).

Tampak warga Palestina membawa bendera dan mengenakan masker untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Mereka berunjuk rasa di di kota Nablus dan Hebron, Tepi Barat, dan di Gaza.

Beberapa di antaranya juga tampak berdemo di Ramallah, pusat Otoritas Palestina (PA).

Baca: Raja Salman Tak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel, Kecuali Ada Kejelasan Status Palestina

Spanduk yang ditampilkan bertuliskan "Pengkhianatan", "Tidak untuk normalisasi dengan penjajah", dan "Perjanjian yang memalukan".

Demonstran Palestina Emad Essa dari Gaza mengeluhkan dampak pendudukan Israel di negaranya.

"Anda akan melihat ratusan pemuda Gaza yang kehilangan kaki dan lumpuh seumur hidup hanya karena memprotes blokade Israel," katanya.

"Dan di Tepi Barat dan Yerusalem, buldoser Israel terus menghancurkan rumah-rumah Palestina dan secara etnis membersihkan warga Palestina dari desa dan kota mereka setiap hari," lanjut Essa kepada Al Jazeera.

ILUSTRASI - Israel kembali melanjutkan serangan udara untuk merespons serangan roket dari kelompok militan Palestina (Facebook: Israeli Air Force)

Baca: Iran Sebut Tindakan Bahrain Menormalisasi Hubungan dengan Israel Memalukan

"Itu hanyalah puncak gunung es dari kejahatan Israel terhadap Palestina, dan UEA dan Bahrain entah bagaimana memilih untuk memberi penghargaan kepada Israel atas kejahatan ini dengan membuat perjanjian dengannya. Kesepakatan itu adalah noda memalukan di dahi para pemimpin yang menjual Palestina. menyebabkan harga yang sangat murah."

Para pengunjuk rasa menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelum dibakar.

Sementara Presiden PA Mahmoud Abbas juga menampik normalisasi hubungan itu.

Baginya, perdamaian di Timur Tengah hanya bisa dicapai dengan penarikan pasukan Israel dari Palestina.

"Perdamaian, keamanan, dan stabilitas tidak akan dicapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca: Bela Palestina, Erdogan Ancam Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA dan Tarik Dubes di Abu Dhabi

(TribunnewsWiki.com/Nur)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer