Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak, Indonesia Kekurangan Tempat Tidur, Perawat, hingga Dokter

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI tenaga kesehatan garda depan Covid-19 --- Seorang pekerja medis melakukan tes usap untuk COVID-19 pada 19 Desember 2020 di lokasi pengujian swab drive-through rumah sakit Tor Vergata di Roma. Italia, salah satu negara yang paling parah terkena virus korona baru, akan ditempatkan di bawah pembatasan baru selama periode Natal dan Tahun Baru, menurut keputusan pemerintah yang diterbitkan pada 19 Desember 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat, atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinovac.

Hal ini diumumkan langsung oleh Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers di Aula Gedung C BPOM, Jakarta, Senin (11/1/2021).

"Badan POM menetapkan mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19. Izin diberikan untuk penggunaan Coronavac produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma. Izin ini sesuai dengan panduan WHO," kata Penny dikutip Tribunnews.com.

Penny menjelaskan, pengujian ketiga di Bandung telah memenuhi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Pertama, hasil evaluasi terhadap data dukung keamanan yang diperoleh dari studi klinis fase ketiga di Indonesia, Brazil dan Turki secara keseluruhan aman dengan kejadian efek samping ringan hingga sedang," ujar Penny dalam konferensi pers secara virtual tersebut.

Baca: Heboh Video Viral Nakes Tak Mau Disuntik Vaksin Covid-19, Akan Ditelusuri dan Dikenai Sanksi

ILUSTRASI Vaksinasi --- Seorang petugas kesehatan Israel memvaksinasi seorang wanita terhadap virus korona COVID-19 di Clalit Health Services, di kota pesisir Tel Aviv, pada 3 Januari 2021. (JACK GUEZ / AFP)

Beberapa efek samping yang mungkin timbul dari vaksinasi antara lain, nyeri, iritasi dan pembengkakan.

Akan tetapi, efek samping tersebut tidak membayakan bagi tubuh.

Efek yang muncul akan pulih kembali keesokan harinya.

Sementara soal khasiat, vaksin Sinovac sudah mampu membentuk antibodi di dalam tubuh.

Berdasar penjelasan Penny, antibodi yang dibentuk vaksin Sinovac sudah bisa dilihat dan mampu membunuh serta menetralkam virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh.

Baca: Kemanjuran Vaksin Sinovac di Turki dan Brazil Berbeda, BPOM: yang Penting Syarat WHO Terpenuhi

Sementara efikasi vaksin berada pada angka 65,3 persen.

Angka ini jauh berada di bawah uji yang dilakukan Turki.

Kendati demikian, angka tersebut sudah melebihi standar WHO.

"Sesuai persyaratan WHO di mana efikasi minimal sebesar 50 persen. Angka efikasi 65,3 persen ini menunjukkan harapan bahwa vaksin Sinovac mamou menurunkan kejadian infeksi hingga 65,3 persen," ucap Penny.

Vaksinasi Dimulai Pekan Ini

Vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, saat tiba di Indonesia, akhir Desember 2020 (Dok SEKRETARIAT PRESIDEN)


Baca: Daftar Nama Pejabat dan Tokoh Masyarakat yang Akan Disuntik Vaksin Covid-19 setelah Jokowi

Diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana memulai vaksinasi Covid-19 pada pekan ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, vaksinasi akan digelar mulai Rabu (13/1/2021).

Rencananya, vaksin Covid-19 pertama di Indonsia akan disuntikkan ke Presiden Joko Widodo.

"Mengenai vaksinasi, Insya Allah, Bapak, Ibu, kita akan mulai di hari Rabu dan akan dimulai oleh Bapak Presiden," kata Budi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021).

Budi mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan kabar baik mengenai kehalalan vaksin.

Halaman
123


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer