Jelang Pemakzulan, Trump Tuding Antifa Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Bukan Pendukungnya

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Trump menyalahkan Antifa atas insiden di Gedung Capitol. Ribuan pendukung Trump, didorong oleh klaim palsu penipuan pemilih, membanjiri ibu kota negara memprotes sertifikasi yang diharapkan dari kemenangan Gedung Putih Joe Biden oleh Kongres AS. Namun, ia akhirnya mengecam langsung aksi rusuh pendukungnya setelah diancam akan dipecat atau dipaksa mundur.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan orang Antifa atas kerusuhan yang terjadi di Gedung Kapitol, Rabu (6/1/2021) lalu.

Pernyataan tersebut ia buat jelang sidang pemakzulan dirinya sebagai Presiden AS, seperti diberitakan Al Jazeera.

Padahal, bukti video menunjukkan kerusuhan diakibatkan oleh suporter Donald Trump sendiri.

Trump membuat pernyataan itu dalam panggilan telepon selama 30 menit lebih, pada Senin (11/1/2021) pagi, dengan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy, berdasarkan keterangan Axios, seorang pejabat Gedung Putih.

Axios mengatakan, dalam panggilan tersebut McCarthy berkata “Ini bukan Antifa, ini MAGA (pendukung Trump). Aku tahu. Saya ada di sana."

McCarthy juga menyarankan Trump untuk menelepon Joe Biden, bertemu dengan presiden terpilih dan meninggalkan surat sambutan untuk penggantinya itu.

Baca: Donald Trump Tak Mau Hadiri Acara Pelantikan, Joe Biden: Itu Hal Baik Dia Tak Muncul

Baca: Nancy Pelosi Sebut DPR AS akan Mendakwa dan Memakzulkan Donald Trump

ILUSTRASI - Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Terkait kabar ini, Gedung Putih memilih bungkam.

Perwakilan McCarthy juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Perlu diketahui, Antifa merupakan kependekan dari anti-fasis.

Anggota kelompok tersebut telah terlibat bentrok dengan kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir.

Trump mengancam akan melabeli kelompok itu sebagai organisasi "teroris" menyusul demonstrasi setelah pembunuhan George Floyd.

Sidang Pemakzulan

Nancy Pelosi dan Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Baca: Twitter Resmi Tutup Akun Donald Trump Secara Permanen, Pendukung Trump Kecam Langkah Tersebut

Baca: Rasisme Amerika, Pria Kulit Hitam Hantamkan Kaleng Es Teh ke Wajah Pria Kulit Putih: Dihina N-Word

Partai Demokrat DPR memperkenalkan satu artikel pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump pada hari Senin (11/1/2021).

Demokrat melakukan tindakan itu sebagai buntut kerusuhan di Gedung Capitol.

Sidang pemakzulan akan dilakukan pada Rabu pagi (13/1/2021) waktu setempat.

Survei baru-baru ini memang menunjukkan banyak warga AS yang ingin Trump lengser.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan ABC News/Ipsos yang dilakukan sejak kerusuhan di Gedung Capitol pada hari Rabu lalu menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika menginginkan Trump turun dari jabatannya.

Diberitakan Kontan, mayoritas responden yakni 56% mengatakan Trump harus dicopot dari jabatannya.

Sementara hanya 43% responden yang menilai Trump tak perlu dimakzulkan.

Baca: Pendukung Trump Tewas Tertembak di Gedung Capitol, Joe Biden: Ini Bukan Protes, Ini Pemberontakan

Baca: Twitter Hapus Postingan Kedubes China di AS yang Sebut Wanita Uighur Bukan Lagi Mesin Pembuat Bayi

Demonstran melakukan protes di dekat Trump Tower pada 7 Januari 2021 di Chicago, Illinois. Mereka menyerukan pencopotan Presiden Donald Trump dari jabatannya setelah massa pro-Trump menyerbu gedung Capitol di Washington, DC, ketika anggota parlemen bertemu untuk menghitung suara Electoral College dalam pemilihan presiden. (Scott Olson / Getty Images / AFP)

Persentase tinggi dari responden Amerika yang ingin Trump turun dari jabatannya terjadi karena Partai Demokrat di DPR sudah berencana untuk memperkenalkan resolusi pemakzulan terhadap Trump.

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr

Berita Populer