Hal itu karena penemuan virus corona varian baru di sana.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan varian baru virus corona diyakini 70 persen lebih cepat menyebar dibanding jenis sebelumnya.
Diberitakan Kompas.com, Senin (21/12/2020) jenis ini pula yang ia yakini sebagai penyebab meningkatnya kasus positif Covid-19 di Inggris.
Inggris menyatakan sudah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) soal jenis ini, yang berkontribusi 60 persen dari kasus positif di London.
Menteri Kesehatan Matt Hancock sudah memperingatkan bahwa mereka menghadapi tantangan berat karena Covid-19 jenis baru ini menyebar tak terkendali.
Dr Susan Hopkins dari dinas kesehatan setempat menjelaskan, varian baru virus corona ini juga menyebar di Skotlandia dan Wales, tetapi dalam jumlah kecil.
Negara Eropa Tutup Pintu Buat Inggris
Baca: Akhirnya China Izinkan WHO Memulai Investigasi Asal Mula Virus Corona dari Wuhan, Siapa Dalangnya?
Berbagai negara di Benua Biru memberlakukan larangan kedatangan apa pun dari Inggris karena varian baru virus corona.
Perancis menjadi negara terbaru yang menerapkannya, setelah mereka mengumumkan penangguhan selama 48 jam, termasuk juga transportasinya.
Juru bicara "Negeri Anggur" juga menerangkan, penangguhan itu termasuk kargo yang diangkut baik lewat darat, udara, maupun laut.
Oleh karena itu, Pelabuhan Dover menyatakan, segala lalu lintas dari Inggris ke Perancis harus menunggu hingga adanya pengumuman lanjutan.
Eurostar dalam kicauannya menuturkan, menyusul larangan itu, mereka hanya bisa mengoperasikan kereta jurusan Paris ke London pada 21-22 Desember.
"Kami meminta kepada masyarakat, terutama pengangkut barang, untuk tak menuju Pelabuhan Kent atau rute ke Perancis lainnya," jelas Menteri Transportasi Grant Shapps.
Baca: Kaleidoskop 2020: Daftar Para Juara Liga-Liga Sepak Bola Top di Eropa selama Pandemi Covid-19
Shapps mengatakan di Twitter, dia sudah memperkirakan akan terjadi penumpukan.
Jadi, dia bekerja sama dengan otoritas Kent dan Highways England untuk mengurainya.
Sebelum Perancis, Irlandia melarang penerbangan dan penyeberangan feri dari Inggris selama 48 jam, hingga pemerintah mendiskusikannya lagi pada Selasa (22/12/2020).
Belanda juga melarang adanya kedatangan dari "Negeri Ratu Elizabeth" selama sisa 2020 ini, dan bakal berdiskusi dengan Uni Eropa guna menanggulangi varian baru ini.
Dari Italia, Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio mengumumkan larangan.
Kemudian, Belgia juga menyatakan akan menutup kedatangan orang Inggris selama 24 jam.
Baca: Joe Biden: Rencana Trump Distribusi Vaksin Corona Kurang Detail