Sayangnya aksi tersebut tidak begitu kondusif.
Aparat pun langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan massa.
Saat itulah muncul ketegangan dengan massa aksi.
Bahkan seorang Brimob tertangkap kamera Kompas TV tengah bersitegang dengan seorang peserta aksi.
Orang tersebut tampak mengenakan baju pangsi khas Betawi, seperti jawara.
Awalnya anggota Brimob meminta massa untuk membubarkan diri.
Baca: Deretan Fakta Demo 1812: Dua Polisi Disabet Senjata Tajam, 22 Peserta Reaktif Covid-19
"Tolong bubar, sekali lagu bubar, tidak ada yang berkumpul," imbaunya.
Sementara jawara berbaju pangsi itu tampak memberi isyarat pada kelompoknya untuk mundur.
Akan tetapi mereka masih berada di hadapan aparat.
Satu anggota Brimob kemudian maju menghampiri pria berbaju pangsi biru.
Ia menarik kain yang melingkar di leher pria berbaju pangsi.
Responsif, pria itu menangkis tangan Brimob.
Karena ketegangan ini keduanya sudah pasang kuda-kuda.
Lihat videonya mulai 1.00.00.
Baca: FPI Sebut Aksi 1812 Bukan Perintah Rizieq Shihab, Tapi Inisiatif Umat Islam
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ada dua polisi yang terkena sabetan senjata tajam.
Keduanya mendapatkan luka tersebut ketika berusaha membubarkan massa aksi di sekitar Kantor Gubernur DKI Jakarta.
"Sampai dengan saat ini yang tadi saja ada yang kena sabetan sajam (senjata tajam). Tusukan tapi tidak terlalu (parah) ya. Sabetan sajam (kepada) anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, ada dua anggota yang kena," ujar Yusri di kawasan Monas, Jakarta, dikutip Tribunnews.com.
Hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.