Namun, aksi tersebut berakhir ricuh.
Massa masih melakukan aksi hingga pukul 16.00 WIB.
Karenanya, pihak aparat langsung melakukan tindakan pembubaran.
Diberitakan Kompas.com, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1812, Rijal Kobar, menyayangkan tindakan polisi.
Menurutnya, dirinya yang bertanggung jawab membubarkan massa.
Selain hal itu, masih ada beberapa sorotan lain terkait aksi 1812.
Berikut ini TribunnewsWiki.com sajikan kumpulan fakta aksi 1812.
Dua Polisi Tersabet Senjata Tajam
Baca: FPI Sebut Aksi 1812 Bukan Perintah Rizieq Shihab, Tapi Inisiatif Umat Islam
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ada dua polisi yang terkena sabetan senjata tajam.
Keduanya mendapatkan luka tersebut ketika berusaha membubarkan massa aksi di sekitar Kantor Gubernur DKI Jakarta.
"Sampai dengan saat ini yang tadi saja ada yang kena sabetan sajam (senjata tajam). Tusukan tapi tidak terlalu (parah) ya. Sabetan sajam (kepada) anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, ada dua anggota yang kena," ujar Yusri di kawasan Monas, Jakarta, dikutip Tribunnews.com.
Hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
Pelaku penyabetan juga belum dipastikan apakah berasal dari peserta aksi massa atau kelompok lain.
"Karena ini masih baru saja terjadi. Kita masih datakan. Kita akan sampaikan besok pagi saya akan rilis," kata Yusri.
Korlap Rijal Kobar: Bukan dari Kami
Baca: Datangi Komnas HAM Soal Kasus 6 Laskar FPI, Dirut Jasa Marga: CCTV Tidak Rusak, Hanya Ada Gangguan
Korlap aksi 1812 angkat bicara soal terlukanya dua polisi.
Ia meyakini massa yang tertangkap membawa senjata tajam bukan bagian dari ANAK NKRI.
"Kalau ada yang tertangkap membawa sajam, saya yakini itu bukan dari kami," kata Rijal.
Pasalnya, ia tidak pernah mengimbau masa untuk membawa senjata tajam.