Misi itu diharapkan berlangsung empat atau lima minggu, tambahnya.
Pada hari-hari awal, virus itu terlacak di sebuah "pasar basah" di Wuhan, provinsi Hubei.
Diduga, di sinilah tempat virus corona melakukan lompatan dari hewan ke manusia.
Tetapi para ahli sekarang percaya, hal itu mungkin hanya diperkuat di sana. Asal-usul virus belum tentu dari sana.
Baca: Setelah Lama Ditutup karena Pandemi Covid-19, Sekolah di Wuhan Kembali Dibuka
Penelitian menunjukkan bahwa virus corona yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah beredar tanpa terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade.
Desember lalu, seorang dokter China di Rumah Sakit Pusat Wuhan - Li Wenliang - mencoba memperingatkan sesama petugas medis tentang kemungkinan berjangkitnya penyakit baru.
Namun, sang dokter diberitahu oleh pihak kepolisian untuk berhenti membuat pernyataan palsu dan dia diselidiki karena menyebarkan rumor.
Hingga akhirnya, Dr Li meninggal pada Februari setelah tertular virus corona saat merawat pasien di kota.
Pada bulan April, kecurigaan dan tuduhan muncul bahwa virus itu mungkin bocor dari laboratorium di Wuhan.
Badan intelijen nasional AS mengatakan pada saat itu bahwa virus itu bukan buatan manusia atau hasil rekayasa genetika.
Para pejabat sedang menyelidiki apakah wabah itu dimulai melalui kontak dengan hewan atau melalui kecelakaan laboratorium.
Laporan terbaru di media China menunjukkan bahwa Covid-19 bisa dimulai di luar China.
Tetapi para analis mengatakan laporan itu tidak berdasar, dan kampanye tersebut mencerminkan kecemasan dalam kepemimpinan di Beijing tentang kerusakan reputasi internasional negara itu akibat pandemi.
Sejak November 2019 hingga penghujung tahun 2020 ini, seluruh dunia masih bergelut dengan kendala penanganan pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang bermula dari Wuhan, China kini telah memakan banyak korban jiwa di berbagai belahan dunia.
Lockdown dan berbagai macam cara, telah dilakukan oleh otoritas negara-negara dunia demi menanggulangi pandemi Covid-19 secara global.
Dari sisi pencegahan dan dan pengobatan, belum adanya vaksin efektif yang sanggup menangkal Covid-19.
Hal tersebut lah yang membuat membuat banyak negara atau lembaga kesehatan berpacu melakukan riset vaksin Covid-19.
Mulai dari China, Amerika Serikat hingga Jerman kini sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan formula vaksin Covid-19 yang efektif dan cepat bisa menangkal pandemi saat ini.