Meski Capai Defisit Anggaran, Kanada Berkomitmen Keluarkan Miliaran Dollar untuk Atasi Pandemi

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Chrystia Freeland menyebut Kanada sedang menghadapi tantangan terberat sejak Perang Dunia Kedua., FOTO: Ilustrasi bendera Kanada berkibar

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah pejabat publik Kanada berkomitmen menghabiskan puluhan miliar dollar untuk membantu negara itu pulih dari pandemi.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Chrystia Freeland menyebut Kanada sedang menghadapi tantangan terberat sejak Perang Dunia Kedua.

Menurutnya, wabah pandemi menyebabkan guncangan ekonomi terburuk.

Adapun hal itu terjadi sejak era Depresi dan Krisis Ekonomi saat terjadinya Wabah Flu Spanyol lebih dari seabad yang lalu.

Seperti diketahui, defisit anggaran pemerintah Kanada telah mencapai rekor 294 Miliar USD tahun ini.

Baca: Dituding Jadi Pemeran Pria di Video Syur Mirip Gisel, Josua March Angkat Bicara

FOTO: Suasana malam di Toronto, Kanada (Unsplash - Conor Samuel @csbphotography)

Baca: Teka-teki Tes Swab Rizieq, MER-C Sebut Hasilnya Sudah Keluar Tapi Tak Bisa Publikasikan

Pemerintah menyebut nominal tersebut akan beranjak ke 308 Miliar USD jika diberlakukannya lockdown dalam beberapa minggu ke depan.

Mengantisipasi semakin merosotnya ekonomi, otoritas Kanada mengusulkan untuk memberikan bantuan tunjangan anak bagi setiap keluarga pada tahun depan.

Anggaran yang diusulkan pemerintah Kanada adalah sebesar 19 Miliar USD.

AstraZeneca 90% Efektif

Kabar terkait virus corona datang dari penyedia kandidat vaksin AstraZeneca yang bekerjasama dengan Universitas Oxford.

Penyedia vaksin virus corona yang dikembangkan di Universitas Oxford melaporkan uji coba tahap akhir menunjukkan 90% efektif digunakan di masyarakat.

AstraZeneca, produsen vaksin asal Inggris tersebut mengatakan siap berkompetisi dengan vaksin lainnya.

Mereka mengharapkan para otoritas kesehatan bisa mempertimbangkan penggunaan vaksin ini di tengah keraguan masyarakat atas keamanan.

Laporan pada Senin (23/11) menyebutkan uji coba akhir dilakukan di Inggris dan Brazil.

Berbeda dari vaksin buatan Pfizer dan Moderna, kandidat vaksin AstraZeneca tidak harus disimpan pada suhu yang sangat dingin.

Baca: Perdana Menteri Spanyol Berencana Distribusikan Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

Ilustrasi vaksin (Tribun Palu)

Baca: Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Mungkin Tersedia Akhir Tahun Ini, Namun Tak Ada Kepastian

Menurut mereka, vaksin buatan Oxford ini dapat dengan mudah disebarkan di negara-negara yang bersuhu panas, terutama negara berkembang.

AstraZeneca adalah perusahaan vaksin ketiga yang melaporkan hasil tahap akhir uji voba.

Kabar baik ini muncul di tengah kecemasan publik dunia menunggu kehadiran vaksin yang siap mengakhiri pandemi yang telah merenggut 1,4 juta nyawa manusia.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kami memiliki vaksin efektif yang akan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Profesor Andrew Pollard dari Universitas Oxford, Ketua Tim Uji Coba vaksin tersebut.

Update Vaksin Pfizer

Halaman
12


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer