Selain itu, untuk memberikan kesan rapi, semua jenis kabel yang melintang di kawasan taman ditanam dalam tanah.
Meskipun tulisan aksara bali di depan alun-alun belum diperbaiki, namun banyak warga yang tetap bisa menikmati keindahan tempat tersebut.
Bahkan saat alun-alun tersebut belum sepenuhnya selesai proses pengerjaannya, sejumlah warga sudah berdatangan saat malam hari.
Namun demikian, masyarakat tidak boleh sembarangan masuk ke areal proyek.
Seperti yang dialami penghobi vespa, Nyoman Astana yang sempat nongkrong di depan alun-alun bersama teman-temannya.
Suatu hari, ia didatangi Satpol PP Gianyar karena dikira akan minum minuman keras di areal tersebut.
"Dikira minum-minum, kami didatangi Satpol PP, padahal cuma mau nongkrong saja. Tapi saya mengapresiasi tindakan Satpol PP, supaya alun-alun nantinya tidak dipakai tempat mabuk-mabukan oleh anak muda," ujar Astana.
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Aksara Bali pada Tulisan 'Alun-alun Gianyar' Keliru, Jika Dibaca Jadinya 'Gihanyar'