Rekor Harian Terbaru Kasus Corona di Spanyol, 537 Orang Meninggal Dunia dalam Sehari

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sementara jumlah kumulatif kasus infeksi di negara itu menurun menjadi 362 per 100.000 populasi penduduk, hingga Selasa (24/11)., FOTO: Seorang matador Spanyol lainnya, Pablo Aguado melakukan trik menghindari serudukan banteng dalam pertunjukkan adu banteng di arena adu banteng El Puerto de Santa Maria, pada 6 Agustus 2020.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Spanyol melaporkan rekor harian baru jumlah kematian akibat Covid-19.

Sebagaimana diwartakan Associated Press, Rabu (25/11/2020), negara Matador melaporkan sebanyak 537 orang meninggal dalam sehari.

Sementara jumlah kumulatif kasus infeksi di negara itu menurun menjadi 362 per 100.000 populasi penduduk, hingga Selasa (24/11).

Sejak melonjaknya angka, Pemerintah Spanyol meminta adanya tindakan darurat bagi para pemangku kepentingan untuk membatasi pertemuan publik.

Melansir John Hopkins, total kasus virus Corona di Spanyol mencapai hampir 1,6 juta dengan lebih dari 43.600 kematian.

Baca: Nominasi Grammy Awards 2021: Beyonce Raih 9 Kategori, Disusul Taylor Swift dan Dua Lipa

Sebuah foto yang dirilis Istana La Moncloa menunjukkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) dengan alat pelindung penuh mengunjungi pabrik Corte Ingles di Madrid yang membuat masker wajah untuk didistribusikan di Spanyol pada 15 April 2020 di tengah penguncian nasional untuk melawan penyebaran coronavirus COVID-19. Spanyol mencatat 523 kematian akibat virus corona, penurunan dari hari sebelumnya, tetapi jumlah kasus baru harian yang dikonfirmasi adalah yang tertinggi dalam enam hari. (BORJA PUIG DE LA BELLACASA / AFP / LA MONCLOA)

PM Estonia: Wabah Corona Berada di Level Kritis

Sementara itu kabar terbaru perihal Covid-19 datang dari Estonia.

Perdana Menteri Estonia Juri Ratas mengatakan pada sebuah sambutan bahwa wabah virus corona berada pada level kritis.

Pernyataan tersebut merujuk pada sistem kesehatan di negaranya, terlebih meningkatnya jumlah kasus infeksi.

Juri Ratas mendorong warganya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker.

Beribukota Tallinn, Estonia memiliki 1,34 juta jiwa penduduk.

Meski tak sebanyak Indonesia, pemerintah Estonia belakangan ini memperketat aturan pembatasan sosial.

Baca: Rekor Harian Terbaru Corona di Slovenia: 59 Warga Meninggal dan Muncul 1.302 Kasus Baru dalam 24 Jam

Bendera Estonia (Wikimedia)

Baca: Kejatuhan Forklift di Tempat Kerja, Seorang Tukang Bangunan Kehilangan Separuh Badannya

Penggunaan masker diwajibkan di tempat-tempat umum, termasuk di fasilitas transportasi.

Aturan juga mensyaratkan adanya pembatasan pengunjung di tempat publik.

Pengumuman kebijakan baru, sebagaimana diwartakan Associated Press, Selasa (24/11/2020) ini akan berlaku untuk seminggu ke depan.

Negara kecil di kawasan Baltik tersebut melaporkan peningkatan pesat angka infeksi Covid-19 dalam dua minggu terakhir.

Dalam 24 jam, 204 kasus baru masuk di negara yang dipimpin oleh Presiden Kersti Kaljulaid itu.

Baca: Jelang Persiapan Natal, 16 Wilayah di Jerman Perintahkan Warganya Jalani Karantina Mandiri

Perdana Menteri Estonia Jüri Ratas (Wikimedia)

Baca: Pemerintah Inggris Minta Warga Lakukan Karantina Mandiri Meski Hasil Tes Covid-19 Negatif

Sementara dalam 14 hari terakhir, rata-rata infeksi berada pada angka 284 kasus per 100.000 penduduk.

Inggris Minta Warganya Karantina Meski Hasil Tes Covid-19 Negatif

Sementara itu, kabar perkembangan Covid-19 di tingkal global datang dari Inggris.

Halaman
1234


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer